SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Indonesia Diminta Tidak Naif
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan Indonesia agar tidak bersikap naif dalam menghadapi ancaman perang dunia. Menurutnya, kondisi global...
Read more
Kemacetan terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Gambir menuju Patung Kuda di Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin siang. Kepadatan arus lalu lintas ini dipicu oleh aksi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB, kendaraan roda empat dan roda dua tampak terhenti akibat akses jalan menuju Patung Kuda tertutup. Para pengendara hanya dapat bergerak dengan kecepatan sangat pelan. Banyak kendaraan yang terpaksa melakukan pengalihan arus ke Jalan Agus Salim dan kemudian menuju Jalan Kebon Sirih guna menghindari titik kemacetan. Suara klakson kendaraan terdengar sesekali dari para pengendara yang terdampak kemacetan.
Kemacetan ini bahkan terlihat mengular hingga ke depan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Sementara itu, petugas kepolisian terus berupaya mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melaju meski dalam kondisi tersendat.
Demo buruh yang berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan merupakan bentuk penolakan terhadap kenaikan UMP DKI Jakarta tahun 2026 yang telah ditetapkan menjadi Rp 5,7 juta. Massa buruh menilai angka tersebut tidak memenuhi kebutuhan layak pekerja.
Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, buruh menyatakan tuntutan kenaikan UMP Jakarta seharusnya mencapai Rp 5,89 juta sesuai dengan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “Kami meminta Gubernur untuk menetapkan Upah Minimum senilai 5,89 juta rupiah, yaitu nilai KHL yang telah ditetapkan oleh BPS tersebut,” ujar Said di sela aksi.
Menurut Said, kenaikan UMP Jakarta yang hanya menjadi Rp 5,7 juta dinilai tidak masuk akal terutama jika dibandingkan dengan upah di wilayah penyangga Jakarta seperti Bekasi dan Karawang, yang saat ini memiliki standar upah lebih tinggi. “Apakah masuk akal, pabrik panci di Karawang upahnya lebih tinggi dengan buruh atau pekerja yang bekerja di gedung gedung pencakar langit ini? Standar Chartered, Bank Mandiri, Bank BNI, kantor kantor pusat perminyakan, upahnya lebih rendah dari pabrik panci di Karawang, upahnya lebih rendah dari pabrik plastik di Bekasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa di wilayah Bekasi dan Karawang, upah minimum saat ini sekitar Rp 5,95 juta, atau lebih tinggi dibandingkan UMP Jakarta yang sudah ditetapkan menjadi Rp 5,73 juta. Said menilai hal ini merupakan ketidakadilan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Aksi buruh yang berlangsung di kawasan sibuk Jakarta Pusat pada siang hari ini menunjukkan dinamika perjuangan pekerja dalam memastikan standar upah yang layak. Dampak langsung dari aksi ini terlihat pada volume lalu lintas yang mengalami gangguan di salah satu jalur vital ibu kota.
Referensi: DetikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....