Kebijakan Baru Instagram: Konten Remaja Disaring Ketat Berdasarkan Panduan PG-13

Meta umumkan kebijakan baru di Instagram untuk melindungi remaja dari konten dewasa dan berisiko, disesuaikan dengan pedoman PG-13. (Foto: Meta)

Meta umumkan kebijakan baru di Instagram untuk melindungi remaja dari konten dewasa dan berisiko, disesuaikan dengan pedoman PG-13

Instagram kembali memperketat pembatasan konten yang dapat dilihat oleh jutaan pengguna muda di seluruh dunia. Platform milik Meta ini mengumumkan bahwa pengaturan keamanan untuk “Teen Accounts” atau akun remaja kini disesuaikan dengan pedoman film berating PG-13.

Menurut penjelasan Meta, langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih aman bagi remaja, menyusul kritik panjang dari berbagai pihak terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak muda.

Berdasarkan laporan CNN pada Rabu (15/10/2025), kebijakan ini menjadi salah satu upaya paling signifikan Meta dalam merespons desakan orang tua dan lembaga advokasi yang menuntut perlindungan lebih ketat di dunia maya.


Aturan Baru untuk Akun Remaja

Pengaturan Akun Remaja yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2024 kini diperbarui dengan sejumlah fitur tambahan. Pengguna remaja akan dibatasi dari melihat unggahan yang mengandung kekerasan, tindakan berisiko, prosedur kosmetik, atau konten melukai diri sendiri (self-harm).

Instagram menyatakan bahwa sistem baru ini akan secara otomatis tidak mempromosikan atau bahkan menyembunyikan unggahan dengan bahasa kasar, perilaku berbahaya, maupun konten terkait obat-obatan seperti mariyuana.

Selain itu, remaja tidak akan dapat mengikuti akun yang secara rutin membagikan konten tidak pantas. Jika mereka sudah mengikuti akun tersebut sebelumnya, akses untuk melihat unggahan, mengirim pesan langsung (DM), hingga melihat komentar akun itu di postingan lain akan dibatasi.

Meta juga memperluas daftar istilah pencarian yang diblokir untuk remaja, termasuk kata seperti “alkohol” dan “gore”. Bahkan, chatbot AI Meta kini diatur agar tidak memberikan tanggapan yang tidak pantas atau menyalahi batas usia PG-13.

“Remaja mungkin sesekali melihat konten dengan bahasa keras atau sugestif, seperti dalam film PG-13, tetapi kami akan terus berupaya meminimalkan kemungkinan itu,” tulis Meta dalam unggahan blog resminya.


Kritik dan Tanggapan dari Publik serta Lembaga

Kebijakan baru ini muncul di tengah kritik terhadap efektivitas pengaturan akun remaja yang sebelumnya diterapkan. Berdasarkan laporan kelompok advokasi keselamatan anak awal Oktober 2025, sekitar 60 persen remaja usia 13 hingga 15 tahun masih menemukan konten tidak aman atau pesan tidak diinginkan dalam enam bulan terakhir meski telah menggunakan mode remaja.

Meta membantah temuan tersebut dengan menyebut hasil studi itu bias dan tidak menggambarkan pengalaman positif sebagian besar remaja di platform mereka.

Namun, laporan Reuters dan Wall Street Journal menyoroti masalah lain, yakni chatbot AI Meta yang disebut sempat melakukan percakapan dengan nada romantis dan seksual dengan pengguna muda. Meta mengaku telah memperbarui sistem interaksi chatbot serta membatasi karakter AI yang dapat berkomunikasi dengan remaja.

Langkah ini juga bertepatan dengan meningkatnya regulasi di beberapa negara. Pemerintah Denmark, misalnya, baru-baru ini mengumumkan rencana pelarangan media sosial untuk anak di bawah 15 tahun, kecuali dengan izin orang tua untuk remaja berusia 13 tahun ke atas.

“Kami mendengar keinginan para orang tua yang membutuhkan panduan dan kontrol lebih besar terhadap pengalaman anak-anak mereka di platform kami,” kata Meta dalam pernyataannya.


Respons Motion Picture Association dan Peluncuran Global

Menariknya, Motion Picture Association (MPA) menegaskan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam kebijakan ini. Ketua dan CEO MPA, Charles Rivkin, menyatakan bahwa sistem penilaian film tidak memiliki hubungan langsung dengan standar konten yang dibuat Meta.

“Kami mendukung langkah untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai, tetapi klaim bahwa kebijakan ini dipandu oleh rating film PG-13 adalah tidak akurat,” kata Rivkin.

Meta menyebut pembatasan konten baru akan otomatis diterapkan untuk seluruh pengguna di bawah usia 18 tahun, namun remaja tetap bisa kembali ke pengaturan sebelumnya dengan izin orang tua jika akun sudah terhubung.

Selain itu, Meta menambahkan fitur baru bernama Limited Content atau “Konten Terbatas”, yang memungkinkan orang tua untuk mengaktifkan batasan tambahan pada akun anak mereka.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) juga dimanfaatkan untuk memperkirakan usia pengguna, termasuk bagi mereka yang mungkin mencoba menyembunyikan identitas usia sebenarnya.

Penerapan kebijakan baru ini akan dilakukan bertahap di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, sebelum akhirnya menjangkau pengguna global dalam beberapa bulan mendatang.

Referensi: Liputan6
Referensi tambahan: CNN

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED