Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Terungkap Ini Fakta Pentingnya
Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora atau Nus Kei mengguncang publik. Insiden tersebut terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun pada...
Read more
Baru-baru ini, nama Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, ramai dibicarakan setelah disebut-sebut akan menjabat Menteri Haji dan Umrah. Dalam rapat Komisi VIII DPR, disebut bahwa lembaga yang saat ini dipimpinnya—BP Haji dan Umrah—akan diubah menjadi kementerian, dan Gus Irfan diprediksi menjadi menterinya.
Kemudian, teguran Gus Irfan menyusul kabar ini pun mencuri perhatian. Ketika diminta tanggapan, Gus Irfan mengatakan bahwa penunjukan sebagai menteri sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan keterbukaannya untuk siap menjalankan tugas, jika memang diputuskan demikian, atau tetap menjalankan tugas saat ini jika tidak.
Perubahan ini merupakan bagian dari Revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang disahkan oleh DPR pada Selasa (26/8/2025). Salah satu poin pentingnya adalah transformasi Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Ketua Komisi VIII DPR mengatakan, perubahan ini memungkinkan BP Haji berubah status menjadi kementerian dalam waktu maksimal 30 hari sejak pengesahan UU.
Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, nantinya akan diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengaktifkan Kementerian Haji dan Umrah. Penunjukan namanya sebagai menteri akan ditentukan langsung oleh Presiden.
Mochamad Irfan Yusuf lahir pada 24 Juni 1962 dan berasal dari Jombang, Jawa Timur. Secara sejarah, ia adalah cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari, melalui ayahnya, KH Yusuf Hasyim.
Sebelumnya, tanggung jawab penyelenggaraan haji menjadi bagian dari Kementerian Agama. Kini, dengan hadirnya kementerian khusus, tugas-tugas seperti logistik, koordinasi jemaah, dan pelaksanaan umrah akan disentralisasi di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Agama pun akan fokus dalam fungsi keulamaan dan kerukunan umat.
Ketika ditanya apakah penunjukannya sebagai menteri sudah pasti, Gus Irfan merespon secara diplomatis:
“Itu terserah di Bapak Presiden kita… Kami sebagai pelaksananya manut saja, ditugaskan siap, tidak ditugaskan juga siap.”
Pernyataan ini menunjukkan prinsip penuh kesetiaan dan kesiapan Gus Irfan terhadap apapun keputusan pimpinan tertinggi negeri.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...