Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata Sementara Buka Peluang Damai

Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata sementara. Kesepakatan ini diharapkan membuka jalan menuju perdamaian di kawasan. (Foto: ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho.)

Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata sementara

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akhirnya tercapai setelah melalui serangkaian pertemuan penting. Langkah ini diharapkan menjadi awal menuju stabilitas di kawasan yang selama ini dilanda konflik.

Menurut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kedua negara sepakat untuk menghentikan pertempuran selama sepuluh hari. Kesepakatan ini mulai berlaku pada Kamis, 16 April, pukul 17.00 waktu setempat.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat, bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00,” tulis Donald Trump dalam pernyataannya.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Langkah ini dinilai sebagai upaya penting untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di perbatasan kedua negara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut gencatan senjata ini membuka peluang besar menuju kesepakatan damai jangka panjang.

“Kita memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Lebanon,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Namun demikian, Israel tetap mengajukan sejumlah syarat penting. Di antaranya adalah pelucutan senjata Hizbullah serta tercapainya perjanjian perdamaian permanen yang disebut sebagai “berdasarkan kekuatan”. Selain itu, Israel juga mempertahankan zona keamanan sepanjang 10 kilometer di wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut gencatan senjata sebagai tuntutan utama Lebanon sejak konflik pecah.

Sementara itu, anggota parlemen Hizbullah, Ibrahim al-Moussawi, menyatakan pihaknya akan menghormati kesepakatan tersebut selama serangan Israel benar benar dihentikan.

Situasi Lapangan Masih Memanas Meski Gencatan Berlaku

Meski kesepakatan telah diumumkan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya kondusif. Berdasarkan laporan dari otoritas setempat, serangan masih terjadi sesaat sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Militer Israel menyatakan telah menyerang peluncur roket yang digunakan oleh Hizbullah untuk melancarkan serangan ke wilayah utara Israel. Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi terakhir sebelum penghentian tembakan.

Di sisi lain, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa artileri Israel masih menembaki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kota Khiam dan Dibbine, bahkan setelah gencatan senjata mulai berlaku.

Aktivitas militer juga dilaporkan masih berlangsung, seperti operasi penyapuan dan penggunaan senapan mesin di beberapa titik. Selain itu, pesawat pengintai Israel masih terpantau aktif di wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan di tingkat diplomatik, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED