Instagram kembali melakukan langkah besar dalam mengubah pengalaman pengguna. Platform media sosial milik Meta ini sedang menguji tampilan baru yang menempatkan Reels dan Direct Messages (DM) sebagai dua fitur utama di menu navigasi bawah.
Menurut CNN, perubahan ini menandai arah baru Instagram yang semakin berfokus pada video pendek dan komunikasi langsung antar pengguna. Uji coba desain ulang ini juga menghapus tombol unggah postingan dari menu bawah yang selama bertahun-tahun menjadi ikon khas aplikasi tersebut.
Pertumbuhan Pesat Dorong Desain Ulang Instagram
Dalam video yang diunggah melalui akun Reels resminya, Kepala Instagram Adam Mosseri menyebut bahwa aplikasi ini telah mencapai 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan besar tersebut didorong oleh tiga hal: Reels, DM, dan sistem rekomendasi konten.
“Jika melihat beberapa tahun terakhir, hampir semua pertumbuhan tersebut didorong oleh DM, Reels, dan rekomendasi,” kata Adam Mosseri, Kepala Instagram, dikutip dari Mashable.
Berdasarkan data dari Meta, interaksi pengguna meningkat tajam pada dua fitur tersebut, terutama pada konten Reels yang bersifat singkat, cepat, dan mudah dibagikan. Fenomena ini mendorong Instagram untuk menyesuaikan tampilan aplikasi agar lebih mendukung tren konsumsi konten video pendek.
Tombol Unggah Dihapus dari Menu Bawah
Selama bertahun-tahun, tombol unggah atau “post” menjadi elemen penting dalam tampilan utama Instagram. Namun, dalam desain baru ini, tombol tersebut dihapus dari menu bar bawah.
Sebelumnya, susunan menu bawah terdiri atas lima ikon: beranda, pencarian/eksplorasi, unggah konten, Reels, dan profil pengguna. Melalui pembaruan yang diuji saat ini, susunannya akan berubah menjadi: beranda, Reels, DM, pencarian, dan profil.
Pengguna tetap dapat mengunggah foto atau video, tetapi tombolnya kini dipindahkan ke pojok kiri atas layar, bukan lagi di bagian bawah. Menurut CNN, langkah ini dianggap sebagai strategi untuk memberikan ruang lebih besar bagi Reels dan pesan langsung, dua fitur yang paling sering digunakan pengguna.
Reels Jadi Pusat Ekosistem Instagram
Fitur Reels menjadi salah satu fokus utama dalam pembaruan ini. Berdasarkan laporan dari Meta, waktu tonton Reels meningkat hingga lebih dari 30 persen sepanjang 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa format video pendek menjadi motor utama pertumbuhan pengguna baru.
Dalam konteks global, dominasi Reels juga merupakan upaya Instagram untuk menyaingi TikTok, yang sukses besar dengan algoritma konten video singkatnya.
Mosseri menyebut bahwa keberhasilan Reels bukan hanya karena durasinya yang singkat, tetapi juga karena sistem rekomendasi yang mampu menampilkan konten sesuai minat pengguna.
βBenar-benar antusias dengan semua hal yang akan datang. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini dan membuat Instagram begitu istimewa,β tulis Mosseri menutup pengumumannya.
Perubahan Letak DM Tunjukkan Fokus Interaksi Pribadi
Selain Reels, fitur Direct Messages (DM) kini juga menempati posisi strategis di navigasi bawah. Letak barunya menunjukkan pergeseran orientasi Instagram dari sekadar platform berbagi foto menjadi media komunikasi pribadi yang aktif.
Dalam beberapa tahun terakhir, pesan langsung menjadi fitur yang paling sering digunakan pengguna aktif harian. Banyak pengguna memanfaatkan DM bukan hanya untuk percakapan pribadi, tetapi juga untuk berbagi postingan, Reels, dan konten yang sedang tren.
Menurut laporan dari Meta tahun 2025, sekitar 70 persen interaksi di Instagram saat ini berasal dari DM. Hal ini menjadikan fitur tersebut sama pentingnya dengan beranda utama dan konten Reels dalam mempertahankan keterlibatan pengguna.
Langkah Instagram untuk Pengalaman yang Lebih Pribadi
Berdasarkan laporan dari The Verge, fokus pada Reels dan DM ini juga merupakan respons terhadap perubahan perilaku pengguna yang kini lebih menyukai komunikasi langsung dan konsumsi konten cepat.
Meta menilai bahwa interaksi semacam itu membuat pengguna bertahan lebih lama di aplikasi, serta mendorong mereka untuk lebih sering membuka Instagram setiap hari.
Selain itu, perusahaan juga tengah memperkuat algoritma personalisasi konten agar pengguna dapat menyesuaikan minat mereka secara lebih spesifik.
Uji Coba Fitur Baru: Penyesuaian Algoritma Berdasarkan Minat
Dalam pembaruan yang sama, Instagram juga sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat dan menyesuaikan minat mereka berdasarkan rekomendasi algoritma.
Fitur ini dimulai dari halaman Reels Settings, di mana pengguna bisa melihat daftar topik yang dianggap menarik oleh sistem, seperti makanan, musik, olahraga, hingga hiburan.
Menurut laporan Mashable, pengguna nantinya dapat menghapus atau menambahkan topik sesuai preferensi mereka. Langkah ini diharapkan membuat feed menjadi lebih relevan dan mencegah kejenuhan akibat konten yang tidak sesuai minat.
Respons Pengguna: Antusias Tapi Waspada
Sejumlah pengguna yang telah mendapatkan akses uji coba melaporkan tampilan baru ini terasa lebih sederhana dan cepat diakses. Meski begitu, ada sebagian pengguna yang mengaku merasa kehilangan tombol unggah yang sudah menjadi ikon klasik Instagram.
Beberapa influencer juga menyuarakan pendapatnya. Mereka khawatir bahwa fokus yang terlalu besar pada Reels dapat mengurangi visibilitas unggahan foto biasa. Namun, sebagian lainnya menilai langkah ini sejalan dengan tren global menuju video pendek.
Menurut analisis dari TechCrunch, keputusan Instagram untuk menonjolkan Reels adalah langkah realistis di tengah persaingan ketat dengan TikTok dan YouTube Shorts.
Strategi Meta: Perkuat Dominasi Video Pendek
Langkah Instagram ini bukan hal yang berdiri sendiri. Meta, sebagai induk perusahaan, juga menerapkan strategi serupa di platform lainnya seperti Facebook dan Threads.
Berdasarkan data dari DataReportal 2025, video berdurasi kurang dari 90 detik kini menjadi format konten paling populer di dunia, dengan tingkat konsumsi mencapai lebih dari 60 persen pengguna internet global.
Dengan mengikuti tren tersebut, Instagram berharap tetap menjadi platform utama bagi kreator dan pengguna yang mencari hiburan cepat.
Dampak terhadap Kreator Konten dan Bisnis
Perubahan navigasi ini akan berdampak langsung pada kreator konten, khususnya mereka yang mengandalkan unggahan foto. Dengan hilangnya tombol unggah dari bar bawah, kemungkinan besar pengguna akan lebih diarahkan untuk membuat Reels.
Dari sisi bisnis, algoritma yang lebih fokus pada Reels diperkirakan meningkatkan peluang engagement bagi brand yang berinvestasi pada video pendek.
Menurut analisis SimilarWeb, Reels memiliki rasio tayangan hingga 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan unggahan foto biasa. Hal ini tentu akan menarik bagi pengiklan dan pelaku usaha kecil yang ingin memperluas jangkauan produk.
Menuju Era Baru Instagram
Perubahan ini menandai arah baru Instagram sebagai platform yang semakin menekankan interaksi langsung dan video pendek. Dengan tata letak baru, Instagram berharap dapat menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih intuitif dan relevan dengan tren global.
Bagi sebagian pengguna lama, hilangnya tombol unggah mungkin terasa asing. Namun bagi Meta, ini adalah evolusi alami dari platform yang terus beradaptasi dengan cara orang berinteraksi dan mengonsumsi konten digital.
Seiring uji coba ini berjalan di berbagai negara, hasil pengujian akan menjadi dasar keputusan apakah desain baru ini akan diterapkan secara permanen pada 2026.
Referensi: CNN Indonesia
Referensi tambahan: Mashable, The Verge, TechCrunch