Fitur Baru WhatsApp Bikin Orang Tua Bisa Kontrol Chat Anak Lebih Aman
WhatsApp dikabarkan sedang menyiapkan fitur baru yang memungkinkan orang tua memantau aktivitas chat anak-anak mereka di platform tersebut. Pembaruan ini...
Read more
Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms Inc., induk dari Facebook dan Instagram, tengah menguji fitur riset belanja dalam chatbot kecerdasan buatannya. Langkah ini dinilai sebagai upaya serius Meta untuk bersaing dengan layanan serupa yang lebih dulu hadir melalui OpenAI dengan ChatGPT dan Google lewat Gemini.
Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz, fitur tersebut saat ini tersedia untuk sebagian pengguna Meta AI di web browser wilayah Amerika Serikat. Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta rekomendasi produk langsung kepada chatbot.
Chatbot Meta AI akan menampilkan gambar produk dalam format carousel yang dilengkapi informasi merek, tautan situs web, hingga harga. Selain itu, sistem juga memberikan penjelasan singkat terkait alasan rekomendasi dalam bentuk poin poin ringkas.
Seorang juru bicara Meta mengonfirmasi bahwa fitur belanja tersebut memang sedang dalam tahap uji coba. Namun, perusahaan belum bersedia membagikan detail lebih lanjut mengenai mekanisme bisnis atau rencana peluncuran resminya.
Chief Executive Officer Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah menyampaikan ambisinya membangun apa yang ia sebut sebagai personal superintelligence. Tujuan ini menjadi bagian dari strategi Meta untuk mengejar dan melampaui chatbot populer seperti ChatGPT dan Gemini yang mulai mengintegrasikan fitur e commerce untuk memperluas sumber pendapatan.
Dalam acara rilis kinerja perusahaan, Zuckerberg mengatakan Meta akan meluncurkan sejumlah produk baru dalam beberapa bulan mendatang. Produk tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman pribadi yang unik berdasarkan riwayat, minat, konten yang dikonsumsi, hingga relasi pengguna di platform mereka.
Saat diuji, rekomendasi dari Meta AI ternyata sudah disesuaikan dengan informasi yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan Bloomberg News, chatbot menyesuaikan hasil pencarian dengan lokasi dan jenis kelamin yang disimpulkan dari nama pengguna.
Sebagai contoh, ketika diminta mencari jaket puffer, Meta AI merujuk pada lokasi pengguna di New York dan merekomendasikan jaket puffer untuk wanita. Meski belum menyediakan fitur checkout langsung di dalam chatbot, pengguna dapat mengklik tautan merchant untuk melanjutkan proses pembelian di situs terkait.
Hingga kini, Meta belum memberikan keterangan apakah perusahaan akan menerima komisi dari rekomendasi produk yang ditampilkan. Juru bicara Meta juga tidak menjawab pertanyaan apakah algoritma chatbot akan memprioritaskan merek yang sudah beriklan di Facebook atau Instagram.
Namun, pernyataan Zuckerberg pada Januari lalu memberi sedikit gambaran. Saat itu ia menyebut bahwa jika iklan membantu bisnis menjangkau orang yang tertarik pada produk mereka, maka tool AI belanja akan memungkinkan pengguna menemukan produk yang tepat dan sangat spesifik dari bisnis dalam katalog Meta.
Langkah ini menegaskan bahwa persaingan di ranah chatbot AI tidak lagi hanya soal percakapan cerdas, tetapi juga integrasi layanan komersial yang mampu menghasilkan pendapatan langsung.
Referensi:
Bloomberg Technoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh klaim yang menyebut minum air putih hangat sebelum tidur dapat membuat ginjal lebih sehat....
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga...