IHSG Anjlok Hampir 4 Persen, Ratusan Saham Kompak Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan besar sejak awal perdagangan pekan ini, Senin (18/5/2026). Bursa saham Indonesia dibuka...
Read more
Penurunan ini terjadi di tengah tekanan situasi politik dan ekonomi yang masih belum stabil, terutama dari Amerika Serikat. Ketidakpastian tentang kebijakan Federal Reserve dan data ketenagakerjaan membuat pelaku pasar menahan laju emas meskipun logam mulia kerap dipandang sebagai aset aman.
Indonesia, sebagai salah satu pemain di pasar emas global, turut merasakan imbasnya. Harga buyback emas Antam—yang merupakan acuan penting dalam transaksi logam mulia domestik—mencatatkan penurunan tipis.harga buyback emas 24 karat turun sebesar Rp 2.000, menjadi Rp 1.825.000 per gram.
Penurunan ini mencerminkan sikap berhati-hati dari konsumen dan investor yang kini menunggu arah klarifikasi pasar global. Kenaikan nilai tukar dolar dan tren kebijakan ekonomi Amerika membuka peluang penyesuaian harga serta keputusan strategis bagi investor logam mulia.
Sebelum minggu ini, harga emas global sempat mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di kisaran USD 3.448,5 per ons—saat Agustus lalu pasar menyambut sinyal potensi pemangkasan suku bunga Fed. Namun memasuki awal September, momentum tersebut melemah karena investor mulai mencermati data pasar tenaga kerja yang masih volatil.
Menggunakan harga spot di atas dan kurs Rupiah terhadap Dollar AS per tanggal 1 September, estimasi harga emas per gram di Indonesia berada di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta, tergantung nilai tukar harian yang fluktuatif—meski buyback Antam tetap lebih rendah sebagai bentuk skala ‘jual kembali’.
Bagi sektor investor ritel, terutama pengguna emas Antam, penurunan buyback sebesar Rp 2.000 memang terlihat tak besar. Namun jika dikalikan dengan volume transaksi besar—seperti dalam gram ribuan atawa ongkir cetakan besar—jumlahnya bisa dirasa cukup signifikan.
Di sisi lain, sebagian investor memilih menahan diri menunggu volatilitas mereda sebelum membeli emas fisik. Pasalnya, pergerakan kecil di awal bulan sering menjadi pijakan untuk memprediksi arah harga hingga akhir kuartal.
Di ranah internasional, analis memprediksi bahwa bulan September bisa menjadi penentu lanjutan tren emas tahun ini. Apabila Fed benar melakukan pemangkasan suku bunga, maka potensi rebound harga emas tetap terbuka. Sebaliknya, jika inflasi AS terjaga stabil, maka respon pasar cenderung menahan masuk ke logam mulia.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena praktis diolah dan kaya nutrisi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi,...
Perayaan gelar juara Persib Bandung di ajang Super League 2026 berlangsung meriah pada Minggu (24/5). Ribuan Bobotoh memadati jalanan Kota...