Mahkamah Internasional Buka Sidang Utama Dugaan Genosida Myanmar atas Rohingya
Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) resmi memulai sidang pokok perkara gugatan dugaan genosida terhadap komunitas Rohingya di...
Read more
Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk tahun 2026, bertepatan dengan dua dekade berdirinya lembaga tersebut. Penetapan ini dilakukan dalam pertemuan resmi Dewan HAM PBB yang digelar di Jenewa pada 8 Januari 2026, sekaligus menjadi organizational meeting pertama Dewan HAM PBB tahun ini.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, terpilihnya Indonesia merupakan hasil kesepakatan negara-negara anggota Asia-Pacific Group yang sebelumnya telah menyetujui pencalonan Indonesia melalui mekanisme pemilihan kawasan pada Desember 2025. Kesepakatan ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kapasitas diplomasi Indonesia di forum multilateral.
Di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri, pemerintah Indonesia menjalankan pendekatan diplomatik secara menyeluruh. Seluruh perwakilan RI di luar negeri digerakkan, disertai komunikasi intensif dengan negara-negara sahabat yang memiliki perwakilan di Jakarta. Langkah ini dilakukan selaras dengan arahan pimpinan nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam tatanan global.
Peran kunci dalam proses ini dijalankan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, yang menjadi pusat aktivitas diplomasi Indonesia di Dewan HAM PBB. Dukungan juga datang dari Perutusan Tetap RI di New York serta berbagai perwakilan RI lainnya di luar negeri.
Jabatan Presiden Dewan HAM PBB 2026 akan diemban oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Sosok ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang diplomasi, termasuk pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN serta Duta Besar RI untuk India dan Bhutan.
Sepanjang 2026, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses kerja Dewan HAM PBB sesuai agenda tahunan. Pemerintah menegaskan kepemimpinan ini akan dijalankan secara objektif, inklusif, dan berimbang dalam menyikapi berbagai isu hak asasi manusia yang menjadi perhatian dunia internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa Indonesia berkomitmen mengedepankan prinsip imparsialitas, objektivitas, dan transparansi. Fokus utama presidensi Indonesia adalah membangun kepercayaan, memperkuat dialog lintas kawasan, serta mendorong partisipasi konstruktif seluruh pemangku kepentingan.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada masa-masa ketika nasi putih biasa terasa membosankan. Bukan karena tidak enak, tapi karena kita ingin sesuatu yang lebih “niat”...
Banyak dari kita pasti pernah berada di momen klasik ini. Isi dompet mulai menipis, stok bahan di kulkas terbatas, tapi...