Fakta Medis Mengapa Asupan Gula Tinggi Bisa Merusak Organ Vital
Konsumsi gula kerap dianggap sepele dalam pola makan sehari hari. Padahal, asupan gula yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan...
Read more
Sebagian besar kasus hernia memang kerap ditangani melalui tindakan operasi. Namun, kondisi ini tidak selalu berlaku pada anak-anak. Penanganan hernia pada anak sangat bergantung pada jenis hernia, usia pasien, serta risiko komplikasi yang mungkin terjadi, sehingga tidak semua kasus harus langsung menjalani pembedahan.
Menurut Karmile, Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah, terdapat dua jenis hernia yang paling sering ditemukan pada anak, yakni hernia umbilikal dan hernia inguinal. Keduanya memiliki karakteristik dan tatalaksana yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan medis yang tidak sama.
Hernia sendiri merupakan kondisi ketika organ atau jaringan menonjol keluar melalui bagian otot atau jaringan yang lemah. Pada anak, kondisi ini kerap terlihat sebagai benjolan di area tertentu, seperti pusar atau lipatan paha. Meski sering membuat orang tua khawatir, tidak semua benjolan hernia menandakan kondisi darurat.
Hernia umbilikal adalah jenis hernia yang muncul di area pusar. Jenis ini cukup umum terjadi pada bayi dan anak kecil. Menurut Karmile, hernia umbilikal pada anak tidak selalu membutuhkan tindakan operasi segera karena masih memiliki peluang untuk menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak.
“Hernia umbilikal pada anak masih bisa kita observasi dulu karena ada kemungkinan menutup sendiri,” kata Karmile, Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Observasi biasanya dilakukan hingga anak berusia sekitar 3 sampai 4 tahun. Selama masa ini, dokter akan memantau apakah lubang di dinding perut menutup secara alami. Namun, tindakan operasi mulai dipertimbangkan apabila hingga usia tersebut benjolan tidak menghilang, terutama jika diameter hernia sudah melebihi 2 sentimeter.
Berbeda dengan umbilikal, hernia inguinal memiliki karakteristik yang jauh lebih berisiko. Hernia ini muncul di area selangkangan atau lipatan paha dan tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Menurut Karmile, hernia inguinal juga tidak bisa diatasi dengan obat-obatan, pijat, atau metode alternatif lainnya.
“Orang tua kadang coba-coba bawa ke tukang urut, atau minum obat-obatan herbal. Itu tidak bisa menutup. Beda dengan umbilikal yang masih berjalan proses penutupannya, kalau inguinal tidak bisa,” tegas Karmile.
Begitu diagnosis hernia inguinal ditegakkan oleh dokter, operasi menjadi satu-satunya terapi yang efektif. Penundaan tindakan justru dapat meningkatkan risiko komplikasi yang serius.
“Kalau pasien datang dengan keluhan benjolan di lipatan paha, maka obatnya sudah pasti operasi,” ujar Karmile.
Jika hernia pada anak tidak ditangani dengan tepat, risikonya tidak bisa dianggap sepele. Menurut Irene, kondisi ini dapat menyebabkan organ atau jaringan terjepit, kebocoran organ, hingga kematian jaringan atau organ. Seluruh kondisi tersebut termasuk dalam situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Risiko inilah yang membuat dokter saat ini cenderung menganjurkan penanganan lebih dini, khususnya pada kasus hernia inguinal. Dengan tindakan yang tepat waktu, potensi komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.
Setelah menjalani operasi hernia, anak umumnya akan dipantau selama 24 hingga 48 jam untuk memastikan kondisi stabil. Luka operasi perlu dijaga agar tetap bersih dan kering, biasanya dengan menggunakan balutan tahan air. Perawatan luka yang baik sangat penting untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
Selain itu, anak juga disarankan untuk menghindari aktivitas berat selama kurang lebih tiga bulan. Pembatasan aktivitas ini bertujuan agar jaringan yang telah diperbaiki dapat pulih secara optimal dan mengurangi risiko hernia kambuh.
Dengan penanganan yang tepat dan sesuai indikasi medis, hernia pada anak dapat disembuhkan dengan hasil yang baik. Risiko komplikasi pun dapat diminimalkan, sehingga anak bisa kembali beraktivitas secara normal sesuai usianya.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Direktur Utama PT...
Fenomena penyalahgunaan Whip Pink atau gas nitrous oxide N2O menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional (BNN). Zat yang sejatinya digunakan...