Sebuah kebocoran pipa PDAM terjadi pada Minggu malam, 21 September 2025, di Jalan Jangger Raya, Sukmajaya, Depok. Kebocoran ini menyebabkan air meluap dan merendam jalan serta tiga rumah warga.
Kronologi Kejadian
Direktur Operasional PDAM Depok, Sudirman, menyebutkan bahwa kebocoran terdeteksi pukul 19.43 WIB. Titik bocor berada pada pipa tua yang sudah digunakan sejak tahun 1980-an. Air keluar dari rumah warga, mengalir deras hingga menggenangi gang setinggi sekitar 20 cm, dan merendam tiga rumah di lokasi tersebut.
Sebab dan Penanganan
Menurut Sudirman, penyebab bocor adalah usia pipa yang sudah cukup tua, yakni pipa yang dipasang sejak tahun 1980 belum pernah diganti. PDAM Depok telah merencanakan penggantian pipa dari bahan PVC ke bahan yang lebih tahan lama seperti HDPE (High Density Polyethylene) supaya kejadian serupa tidak terulang.
Perbaikan kebocoran selesai dilakukan pada pukul 01.03 WIB, dan aliran air ke pelanggan kembali normal sekitar pukul 02.30 WIB. Sementara itu, warga yang rumahnya terkena dampak banjir menerima bantuan air tanki untuk pembersihan.
Dampak Terhadap Warga dan Lingkungan
Tiga rumah warga terdampak langsung akibat kebocoran pipa tersebut—air masuk ke dalam rumah dan menggenangi gang, menyulitkan aktivitas warga. Jalan gang yang terkena air juga menimbulkan gangguan akses bagi penduduk sekitar.
Selain itu, kondisi pipa yang tua menjadi sorotan utama karena selain rawan bocor, juga bisa menimbulkan risiko lainnya seperti kerusakan infrastruktur lebih luas bila tidak segera diperbaiki.
Rencana Perbaikan dan Preventif
PDAM Depok menyatakan bahwa penggantian pipa lama ke bahan HDPE sudah masuk dalam rencana strategis mereka. Bahan HDPE dinilai lebih awet, fleksibel dalam pemasangan, dan lebih tahan terhadap tekanan serta pergeseran tanah.
PDAM juga melakukan langkah cepat dalam menangani keadaan darurat—perbaikan segera, normalisasi aliran air, dan membantu pembersihan rumah warga terdampak.