Pemerintah Pastikan Indonesia Stop Impor Beras Industri Mulai 2026
Pemerintah memastikan Indonesia setop impor beras untuk kebutuhan industri mulai 2026. Keputusan ini sejalan dengan kebijakan pemenuhan kebutuhan pangan pokok...
Read more
Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memperbolehkan warga negara asing (WNA) menjadi pimpinan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai perhatian publik. Pemerintah menegaskan langkah ini bukan tanpa dasar, melainkan bagian dari strategi besar untuk mendorong BUMN bersaing di tingkat global.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) selaku lembaga yang berada di bawah koordinasi pemerintah memberikan klarifikasi resmi terkait hal tersebut.
Menurut Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, kebijakan itu sejalan dengan revisi Undang-Undang BUMN yang baru, yang memberikan ruang lebih fleksibel dalam pemilihan pemimpin di lingkungan BUMN.
“Jadi tadi soal itu memang salah satunya sudah ada revisi Undang-Undang BUMN yang baru. Kita tadi keinginan Bapak (Prabowo Subianto) adalah memang kita ingin ada pemimpin yang ada di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional,” kata Pandu saat ditemui di St. Regis, Jakarta Selatan, dikutip dari laporan detikfinance, Rabu (15/10).
Menurut Pandu, pemerintah menargetkan agar BUMN Indonesia bisa bersaing dengan perusahaan global di berbagai sektor strategis seperti energi, infrastruktur, keuangan, dan teknologi. Untuk mencapai tujuan itu, dibutuhkan sumber daya manusia dengan standar internasional.
“Karena keinginannya adalah membawa BUMN-BUMN kita juga menjadi global champion untuk sebagian-sebagian besarnya. Jadi ya, dengan itu memang memerlukan human capital yang baik,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa talenta lokal tetap menjadi prioritas utama. Setelah itu, pemerintah akan mempertimbangkan diaspora Indonesia sebelum membuka peluang bagi talenta asing.
“Ya, kita bakal kasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya (dari luar negeri),” jelas Pandu.
Pandu juga memastikan bahwa Danantara akan tetap dilibatkan dalam proses seleksi pimpinan BUMN, termasuk dalam memberikan masukan strategis terkait calon yang layak menduduki posisi penting.
Pernyataan Pandu tersebut menguatkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya. Dalam diskusi bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr alias Steve Forbes, di Hotel St Regis, Jakarta, Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah mengubah regulasi untuk membuka peluang bagi ekspatriat atau non-WNI memimpin BUMN.
“Dan saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kita,” ujar Prabowo dalam kesempatan itu.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Drama Korea terbaru berjudul Can This Love Be Translated hadir sebagai tontonan komedi romantis yang menyoroti dinamika hubungan dua individu...
Memasuki awal 2026, perbincangan mengenai pilihan menyewa atau membeli properti kembali menguat di tengah masyarakat. Dinamika pasar yang terus bergerak,...