Dampak Perang Iran Mulai Terasa, Harga Bahan Baku Industri Indonesia Naik

Perang Iran berdampak ke industri Indonesia. Harga bahan baku naik dan membebani sektor otomotif, tekstil, hingga makanan.

Perang Iran berdampak ke industri Indonesia

Kenaikan harga bahan baku mulai dirasakan pelaku industri di Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh dampak konflik global, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang mengganggu jalur perdagangan internasional.

Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono, mengungkapkan bahwa sejumlah sektor industri sudah mulai terdampak. Di antaranya adalah otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alat kesehatan, serta makanan dan minuman.

“Itu komponen bahan bakunya tinggi dan itu sudah melampaui kenaikan,” kata Didik dalam sebuah diskusi ekonomi di Jakarta.

Menurut Didik, salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah terganggunya jalur distribusi global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute strategis dunia.

Berdasarkan data perdagangan global, Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia, serta berbagai komoditas berbasis energi dan petrokimia.

Gangguan di jalur tersebut berdampak langsung pada peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri. Hal ini karena sektor petrokimia dan energi merupakan komponen utama dalam struktur biaya produksi di banyak industri.

Didik mencontohkan bahwa salah satu dampak yang sudah dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga plastik. Industri plastik menjadi salah satu yang paling terdampak akibat lonjakan harga energi dan bahan baku petrokimia.

Selain itu, sektor makanan dan minuman yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi juga mulai mengalami tekanan. Kondisi serupa juga terjadi pada industri tekstil, otomotif, elektronik, serta sektor logistik dan transportasi.

Pengusaha Minta Pemerintah Terbuka dan Adaptif

Di tengah situasi ini, pelaku usaha meminta pemerintah untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi yang terjadi. Menurut Didik, transparansi penting agar masyarakat dan dunia usaha memahami bahwa kenaikan harga ini merupakan dampak dari krisis global.

“Kunci utamanya adalah kejujuran dan kebersamaan. Jadi komunikasi publiknya, pemerintah terutama, jangan sampai offside. Kita harus bersama-sama menghindari dampak yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia juga menilai pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menahan dampak, salah satunya dengan menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak atau BBM. Namun, langkah tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan yang lebih adaptif.

Pelaku industri berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan energi, termasuk BBM dan LPG, serta memberikan kemudahan dalam sektor logistik dan transportasi. Regulasi yang fleksibel dinilai penting untuk menjaga daya saing industri nasional di tengah tekanan global.

Didik menegaskan bahwa dunia usaha akan terus berupaya bertahan dengan melakukan penyesuaian biaya dan strategi produksi. Adaptasi menjadi kunci agar industri tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Dunia usaha pun akan berusaha bertahan. Kita akan beradaptasi dan menyesuaikan biaya, menjaga produksi tetap berjalan, adaptasi di tengah ketidakpastian,” kata Didik.

Referensi:
CNNIndonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026

. Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED