Pencuri Mobil Kaget Temukan Balita di Dalam Mobil, Putar Balik dan Tegur Sang Ibu
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Read more
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengembangkan sistem Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran dan kecurangan dalam transaksi kepabeanan.
Menurut Purbaya, sistem AI tersebut akan mulai dikembangkan dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Keuangan dalam memperkuat pengawasan dan efisiensi penerimaan negara.
“Dalam tiga bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai. Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa tiga bulan ke depan, sudah selesai,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, di kantornya, Rabu (22/10).
Sistem kecerdasan buatan yang akan diterapkan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ini nantinya akan terintegrasi dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Menurut Purbaya, integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem penerimaan negara yang lebih transparan dan efektif.
“Pada dasarnya kita akan perkuat sistem penerimaan kita dengan monitoring dari ujung ke ujung,” jelasnya.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun pembangunan sistem AI membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan, penerapan awalnya ditargetkan dapat segera dimulai. Ia menilai penggunaan kecerdasan buatan akan mendorong efisiensi kinerja Bea Cukai dan meminimalkan kebocoran penerimaan negara.
“Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien daripada sekarang,” ujarnya.
Langkah pengembangan sistem AI ini, menurut Purbaya, juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti praktik kecurangan di sektor kepabeanan, terutama terkait under invoicing atau pelaporan nilai barang di bawah harga sebenarnya.
“Tidak ada kendala di Bea Cukai. Cuma saya ingin melihat seberapa canggih sistem punya Bea Cukai. Bisa nggak saya optimalkan untuk mengurangi yang dikritik Pak Presiden, under invoicing,” pungkas Purbaya.
Dengan sistem berbasis kecerdasan buatan, Kementerian Keuangan berharap pengawasan transaksi impor-ekspor akan semakin ketat dan akurat, sekaligus mempercepat respons terhadap potensi pelanggaran.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Jagat teknologi kembali diramaikan oleh beredarnya foto yang diklaim sebagai bocoran iPhone 18. Gambar tersebut memperlihatkan kemasan perangkat dengan desain...