Kronologi Lengkap Bocah Tewas di Rohil, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Kasus tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Korban meninggal dunia setelah...
Read more
Pemerintah menetapkan skema pembagian gizi dalam Menu Makan Bergizi (MBG) yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta didik. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah di berbagai daerah.
Menurut keterangan Badan Gizi Nasional (BGN), porsi MBG tidak dibagikan secara merata kepada seluruh peserta didik. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan energi, protein, lemak, dan karbohidrat tiap kelompok umur. “Penerapan gizi tidak sekadar dibagi rata, ada beberapa skema yang harus dilalui, seperti batasan umur peserta didik,” kata Aknes Asteria, perwakilan BGN, dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan data dari BGN, skema pembagian porsi MBG dibagi menjadi tiga kategori utama:
Porsi kecil diberikan untuk peserta didik PAUD, TK, dan SD kelas 1 sampai 3.
Porsi sedang untuk SD kelas 4 hingga SMP.
Porsi besar untuk SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pembagian ini dibuat agar asupan gizi lebih tepat sasaran sesuai tahap pertumbuhan dan kebutuhan harian masing-masing penerima manfaat. Program MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga untuk menyeimbangkan komposisi nutrisi penting agar mendukung konsentrasi belajar dan kesehatan anak.
Menurut Aknes, BGN telah memperhitungkan komposisi gizi secara detail, termasuk proporsi karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang. Tujuannya agar setiap kelompok usia mendapatkan manfaat optimal dari program MBG. “Pembagian gizi ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan gizi peserta didik penerima manfaat,” ujarnya.
Selain peserta didik dan guru, pemerintah juga akan memperluas sasaran program MBG pada tahap kedua. Kelompok penerima berikutnya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan posyandu.
Menurut keterangan BGN, tahap 2 ini tetap akan melibatkan peserta didik dan guru, tetapi dengan tambahan kelompok rentan gizi yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Program Makan Bergizi (MBG) sendiri telah menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Dengan skema gizi yang terukur, diharapkan tidak hanya mendukung perkembangan anak, tetapi juga menekan angka stunting di Indonesia.
Referensi: DetikEdu
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Situasi di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan setelah laporan resmi menyebut adanya pelanggaran gencatan senjata sepanjang April 2026. Data ini...