Tren All You Can Eat Populer, Tapi Bisa Picu GERD Jika Makan Terlalu Banyak
Restoran dengan konsep all you can eat (AYCE) semakin populer di berbagai kota. Dengan membayar satu harga, pengunjung bisa menikmati...
Read more
Banyak orang mungkin merasa enggan melihat kembali ke dalam kloset setelah buang air besar. Padahal, kebiasaan sederhana ini justru dianjurkan oleh sejumlah dokter karena bentuk, warna, dan kondisi feses bisa menjadi petunjuk penting tentang kesehatan tubuh.
Selain warna dan tekstur, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian, yakni apakah feses mengapung atau tenggelam di air kloset. Ternyata, perbedaan ini dapat memberi sinyal berbeda mengenai kondisi pencernaan.
Menurut ahli gastroenterologi Rucha Mehta Shah, kondisi feses yang tenggelam umumnya menunjukkan sistem pencernaan bekerja dengan baik. “Ini berarti Anda memiliki serat yang cukup, air yang cukup, dan flora usus Anda mencerna apa yang Anda berikan,” kata Rucha Mehta Shah, ahli gastroenterologi.
Secara normal, feses memiliki massa yang lebih padat daripada air sehingga cenderung tenggelam ke dasar kloset. Menurut Shah, feses yang sehat juga keluar dalam satu bagian utuh dengan konsistensi yang baik dan padat.
“Feses juga harus keluar dari anus dalam satu bagian utuh dan memiliki konsistensi yang baik dan padat,” ujar Shah.
Kondisi ini menandakan asupan serat tercukupi, hidrasi tubuh baik, serta keseimbangan bakteri usus terjaga. Dengan kata lain, feses tenggelam biasanya bukan tanda masalah kesehatan.
Namun bagaimana jika feses mengapung?
Feses yang mengapung tidak selalu berarti ada gangguan serius. Menurut ahli gastroenterologi Supriya Rao, salah satu penyebab paling umum adalah kandungan lemak yang tinggi dalam tinja. Hal ini bisa terjadi akibat pola makan tinggi lemak, misalnya setelah mengonsumsi makanan berminyak atau berlemak sebelum buang air besar.
Jika hanya terjadi sesekali, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bila feses hampir selalu mengapung, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan.
Ahli gastroenterologi lainnya, Sophie M. Balzora, menjelaskan bahwa kondisi yang disebut steatorrhea juga dapat menyebabkan feses mengapung. Steatorrhea adalah keadaan ketika tinja mengandung kelebihan lemak akibat tubuh tidak mampu menyerap lemak secara optimal.
“Jika feses mengambang, berbau sangat busuk, dan memiliki kilau seperti minyak, ini mungkin menandakan sesuatu yang disebut steatorrhea,” kata Sophie M. Balzora.
Steatorrhea dapat berkaitan dengan gangguan seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, atau insufisiensi eksokrin pankreas. Kondisi tersebut termasuk dalam kategori malabsorpsi lemak dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
Selain faktor lemak, produksi gas berlebih akibat aktivitas bakteri di usus juga bisa membuat feses mengapung. Dalam beberapa kasus, jumlah bakteri yang tinggi dapat menimbulkan gejala seperti kembung dan begah.
Memperhatikan kondisi feses memang terdengar sepele, bahkan menjijikkan bagi sebagian orang. Namun, kebiasaan ini bisa membantu mendeteksi dini gangguan pencernaan. Jika Anda sudah memiliki jadwal konsultasi medis dan menemukan perubahan yang tidak biasa pada feses, jangan ragu menyampaikannya kepada dokter.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Dunia hiburan Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama enam tahun. Kabar wafatnya...
Kebersihan perangkat rumah tangga sering kali kurang diperhatikan, termasuk mesin cuci. Banyak orang menganggap alat ini tidak perlu dibersihkan karena...