Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
PT Pertamina (Persero) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah yang akan mewajibkan kandungan etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Program ini dikenal dengan sebutan E10, yang berarti bahan bakar campuran bensin dan etanol sebesar 10 persen.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan bahwa kebijakan ini bukan hal baru di dunia. Menurutnya, berbagai negara telah lama menerapkan standar BBM berbasis etanol dalam upaya mengurangi emisi karbon.
“Kita akan dukung arahan pemerintah, dan kita tahu di beberapa negara sudah banyak yang mencampur etanol. Bahkan di Brasil, ada yang sudah menerapkan campuran 100 persen (E100), sementara negara lain seperti E20,” kata Simon.
Ia menambahkan bahwa langkah pemerintah ini sejalan dengan inisiatif Pertamina dalam mendorong transisi energi menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi. “Ini juga bagian dari upaya kami menciptakan produk BBM dengan emisi yang lebih rendah,” ujarnya.
Rencana pemerintah untuk menerapkan mandatori campuran etanol 10 persen pada BBM sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemerintah kini sedang menyusun peta jalan (road map) penerapan E10 agar berjalan bertahap dan terukur.
Bahlil menjelaskan bahwa penggunaan etanol dalam BBM bukan hanya untuk menekan impor bahan bakar, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap ekonomi dalam negeri. “Tujuannya adalah mengurangi impor. Etanol ini bisa dihasilkan dari singkong atau tebu, yang berarti mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bahlil.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini sudah terbukti berhasil di sejumlah negara. Brasil, misalnya, telah mencampur bensinnya dengan etanol hingga 27 persen, bahkan di beberapa wilayah mencapai 100 persen.
Menanggapi keraguan sebagian pihak terhadap kualitas etanol sebagai campuran BBM, Bahlil menyebut bahwa hal tersebut tidak beralasan. Menurutnya, etanol merupakan bahan bakar yang aman dan efisien jika diterapkan dengan standar teknis yang benar.
“Jadi sangat tidak benar kalau dibilang etanol itu tidak bagus. Faktanya, di banyak negara etanol sudah digunakan secara luas,” kata Bahlil.
Dengan dukungan penuh dari Pertamina, penerapan kebijakan E10 diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam transisi energi nasional serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah.
Referensi: DetikOto
Referensi tambahan: CNBC Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...