Banjir Bandang Kembali Hantam Tapanuli Tengah, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Banjir bandang kembali melanda Tapanuli Tengah. Enam kecamatan terdampak, warga dievakuasi ke sekolah dan satu jembatan darurat hanyut. (Foto: DOK. PEMKAB TAPANULI TENGAH)

Banjir bandang kembali melanda Tapanuli Tengah

Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Enam kecamatan dilaporkan terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu 11 Februari sore. Warga pun dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena air merendam rumah mereka.

Menurut Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, banjir mulai naik sekitar pukul 17.00 waktu setempat. “Berkisar jam 5 sore tadi banjir mulai naik, di daerah hulunya hujan deras, di sini juga deras di Pandan,” kata Masinton Pasaribu.

Enam kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Tukka, Sibabangun, Sarudik, Pandan, Barus, dan Sitahuis. Intensitas hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir bandang.

Masinton menjelaskan bahwa alur sungai yang sebelumnya telah dinormalisasi kembali meluap akibat volume air yang sangat tinggi. “Alur sungai yang kemarin kita coba normalkan itu, lebarkan, itu kita pasangin tanggul darurat itulah airnya penuh, bukan cuma air tapi juga kayu-kayu,” ujarnya.

Material kayu yang terbawa arus deras memperparah kondisi sungai dan menghambat aliran air di sejumlah titik.

Warga Dievakuasi dan Jembatan Darurat Hanyut

Sejumlah warga kini telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Menurut Masinton, beberapa warga mengungsi ke gedung sekolah. “Kondisi sekarang warga evakuasi ke sekolah,” ucapnya.

Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan bervariasi. Di wilayah Pardagangan, tinggi air mencapai sekitar satu meter sehingga warga meminta segera dilakukan evakuasi. “Warga Pardagangan meminta evakuasi posisi air mencapai 1 meter,” kata Masinton.

Selain merendam permukiman, banjir bandang juga mengakibatkan satu jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio di Kecamatan Sibabangun hanyut terbawa arus. Kondisi ini mengganggu akses warga di wilayah tersebut.

Di kawasan Jalan ST Z Tampubolon, tepatnya antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang, banyak kayu tertahan di sekitar jembatan akibat terbawa arus sungai yang meluap.

Peristiwa ini menambah daftar bencana yang melanda Tapanuli Tengah. Sebelumnya, banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu di wilayah yang sama menyebabkan 128 orang meninggal dunia dan 35 orang dilaporkan hilang.

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dampak serta memastikan keselamatan warga di lokasi terdampak.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED