iPhone Duo Ikuti Jejak Ponsel Lipat dengan Desain Lebar dan Ringkas
Tren HP Lipat Makin Lebar, Desain Mirip Paspor Jadi Sorotan Kehadiran iPhone Duo membawa Apple ke pasar smartphone layar lipat...
Read more
China memperluas pengawasan terhadap mobilitas talenta teknologi di sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Kebijakan yang sebelumnya menyasar sejumlah profesional teknologi kini dilaporkan mencakup keluarga dari eksekutif tertentu yang bekerja pada bidang yang dianggap strategis.
Menurut laporan Bloomberg yang menjadi sumber pemberitaan utama, sejumlah lembaga pemerintah China mulai memberi tahu pihak-pihak yang terdampak mengenai perluasan pembatasan tersebut. Pasangan dan anak dari sejumlah eksekutif AI dan chip disebut harus memperoleh persetujuan pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri, termasuk untuk perjalanan singkat.
Cakupan kebijakan tersebut dilaporkan menyasar pendiri startup terkemuka serta pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang AI dan teknologi strategis. Namun, informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa seluruh eksekutif teknologi atau seluruh keluarganya otomatis terkena ketentuan tersebut.
Perluasan ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap mobilitas talenta teknologi yang semakin dianggap berkaitan dengan kepentingan keamanan teknologi. China sebelumnya telah menerapkan pembatasan perjalanan bagi sejumlah talenta AI di perusahaan swasta, termasuk profesional yang bekerja di perusahaan seperti Alibaba dan DeepSeek.
Kebijakan tersebut muncul ketika AI dan chip menjadi sektor strategis dalam persaingan teknologi global. Pemerintah China berupaya menjaga agar pengetahuan teknis, informasi sensitif, dan talenta teknologi tidak mengalir keluar negeri.
Pada September 2026, aturan baru mengenai keluar-masuk negara juga mulai berlaku. Reuters melaporkan bahwa aturan tersebut memperkuat kewenangan China untuk membatasi keberangkatan warga yang dianggap dapat mengancam keamanan teknologi atau industri, termasuk dalam konteks pelanggaran aturan ekspor maupun impor teknologi.
Aturan yang berlaku sejak 15 September 2026 tersebut berbeda dari laporan mengenai kewajiban persetujuan perjalanan keluarga eksekutif AI. Reuters menjelaskan bahwa regulasi exit-entry memberikan dasar yang lebih luas untuk pembatasan perjalanan terkait keamanan nasional, teknologi, dan industri.
Dalam konteks AI, pemerintah China juga menghadapi tantangan keamanan teknologi yang semakin kompleks. Reuters melaporkan pada September 2026 bahwa kerangka tata kelola AI China mengidentifikasi sejumlah risiko dari sistem AI yang semakin otonom, termasuk kemampuan memperoleh sumber daya atau izin secara mandiri, menyembunyikan kemampuan, serta mengeksploitasi kelemahan dalam lingkungan komputer.
Karena itu, pembatasan terhadap mobilitas talenta teknologi dapat dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu upaya pemerintah menjaga aset teknologi strategis sekaligus mengontrol risiko transfer pengetahuan ke luar negeri.
Perhatian terhadap perpindahan teknologi juga meningkat setelah perkembangan terkait Manus, perusahaan AI asal China yang sebelumnya dikaitkan dengan rencana akuisisi oleh Meta senilai sekitar 2 miliar dolar AS. Laporan mengenai pembatasan perjalanan keluarga menyebut kekhawatiran mengenai keluarnya teknologi dan talenta sebagai salah satu latar belakang kebijakan tersebut. Namun, laporan Bloomberg juga menyatakan bahwa kebijakan pembatasan perjalanan tersebut tidak dapat dipastikan secara langsung berkaitan dengan kasus Manus.
Perubahan kebijakan ini membuat perjalanan internasional bagi sebagian pekerja teknologi strategis tidak lagi sekadar persoalan pribadi. Kegiatan keluarga, perjalanan bisnis, konferensi internasional, hingga perpindahan talenta dapat berada dalam lingkungan pengawasan yang lebih ketat.
Meski demikian, ketentuan tersebut dilaporkan bukan larangan bepergian secara mutlak. Persyaratan yang diberitakan lebih berfokus pada kewajiban memperoleh persetujuan terlebih dahulu bagi kelompok tertentu. Identitas seluruh individu yang masuk dalam cakupan kebijakan juga belum dipublikasikan secara terbuka.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebijakan teknologi China semakin berhubungan dengan mobilitas manusia, bukan hanya pengembangan model AI, produksi chip, atau pengendalian data. Di tengah persaingan teknologi global, pemerintah China menempatkan talenta dan pengetahuan teknis sebagai bagian dari aset strategis yang perlu dijaga.
Keterangan foto: Chinese technology executives and their families face tighter overseas travel approval amid AI security concerns.
Caption: China tightens overseas travel controls for selected AI and semiconductor executives and their families.
Referensi: Kompas Tekno
Referensi: Reuters – China’s new tech, national security exit rules take effect
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Teknologi Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia teknologi — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Teknologi Katup Jantung Makin Modern, TAVI dan TEER Hadir Tanpa Bedah Terbuka Gangguan katup jantung tidak selalu harus ditangani melalui...
Tren HP Lipat Makin Lebar, Desain Mirip Paspor Jadi Sorotan Kehadiran iPhone Duo membawa Apple ke pasar smartphone layar lipat...