AI Bisa Jadi Asisten Parenting, Begini Cara Orang Tua Memanfaatkannya

AI bisa membantu orang tua menjalani parenting dengan lebih praktis, mulai dari mencari ide pengasuhan, mengatur rumah tangga hingga menyusun komunikasi.

AI bisa membantu orang tua menjalani parenting dengan lebih praktis, mulai dari mencari ide pengasuhan, mengatur rumah tangga hingga menyusun komunikasi

Penggunaan artificial intelligence atau AI semakin luas dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk pekerjaan, pendidikan, atau mencari informasi, tetapi juga mulai dimanfaatkan orang tua untuk membantu berbagai kebutuhan parenting.

Bagi sebagian orang tua, mengurus anak sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah dan pekerjaan profesional dapat menjadi tantangan tersendiri. Dalam kondisi tersebut, AI bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mencari ide, menyusun rencana, hingga membantu merapikan informasi yang dibutuhkan.

Alicia Robinson, seorang ibu dua anak di Chicago, Amerika Serikat, mengatakan AI telah membantunya dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Ia menggunakan teknologi tersebut untuk membantu menulis email kepada guru, merencanakan pesta ulang tahun, hingga membuat cerita sebelum tidur.

“Saya menggunakan AI untuk menulis email ke guru, merencanakan pesta ulang tahun, bahkan menghadirkan cerita sebelum tidur. Itu seperti asisten parenting yang tidak pernah tidur,” kata Robinson.

Leah Anise, consumer communications lead di OpenAI, juga melihat AI dapat membantu orang tua mengefisienkan berbagai tanggung jawab sehari-hari sekaligus memunculkan ide-ide baru.

Meski demikian, pemanfaatan AI dalam parenting tetap membutuhkan batasan. Orang tua perlu melihat AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran mereka dalam mendampingi pertumbuhan anak.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono, kehadiran ayah dalam pengasuhan tidak dapat digantikan oleh AI. Menurutnya, teknologi digital dan AI seharusnya tidak sampai menggeser peran orang tua dalam membentuk karakter anak.

Manfaat AI untuk Membantu Parenting Sehari-hari

1. Menjadi teman berdiskusi tanpa menghakimi

Menjadi orang tua berarti menghadapi banyak pertanyaan. Tidak semua persoalan pengasuhan memiliki jawaban sederhana, terutama ketika setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan berbeda.

AI dapat digunakan sebagai teman berdiskusi awal ketika orang tua sedang mencari sudut pandang mengenai persoalan parenting. Pengguna dapat menjelaskan situasi yang sedang dihadapi dan meminta beberapa alternatif pendekatan.

Salah satu kelebihannya adalah orang tua dapat mengajukan pertanyaan lanjutan tanpa merasa sungkan. Misalnya, setelah mendapatkan satu saran, orang tua dapat meminta penjelasan yang lebih sederhana atau meminta alternatif lain yang sesuai dengan usia anak.

Namun, jawaban AI tetap perlu diperiksa dan disesuaikan. Informasi yang diberikan bersifat umum sehingga belum tentu cocok dengan kondisi setiap keluarga.

2. Membantu menemukan ide pengasuhan

Ada kalanya orang tua kehabisan ide ketika menghadapi fase tertentu dalam pertumbuhan anak. Toilet training, kegiatan bermain di rumah, cara memperkenalkan makanan baru, atau aktivitas edukatif bisa menjadi contoh persoalan yang membuat orang tua mencari inspirasi.

Baca Juga:  Mengenal Panda Parenting, Pola Asuh Modern yang Mendorong Anak Lebih Mandiri

AI dapat membantu menghasilkan sejumlah ide berdasarkan situasi yang dijelaskan pengguna. Orang tua bahkan bisa meminta tahapan kegiatan, contoh percakapan, atau alternatif pendekatan lainnya.

Dengan begitu, AI dapat berfungsi sebagai pemicu kreativitas ketika orang tua merasa kehabisan ide.

Yang tetap penting adalah kemampuan orang tua memilih saran yang paling sesuai. Tidak semua rekomendasi harus diterapkan, apalagi jika bertentangan dengan kondisi anak atau nilai yang diterapkan keluarga.

3. Membantu mengatur pekerjaan rumah

AI memang tidak bisa secara fisik membereskan kamar, mencuci pakaian, atau mengangkat barang. Namun, teknologi ini dapat membantu bagian yang tidak kalah penting, yaitu perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan rumah.

Orang tua dapat memasukkan berbagai tugas yang harus diselesaikan dalam satu hari. AI kemudian dapat membantu menyusun prioritas berdasarkan tingkat kepentingan atau waktu yang tersedia.

Selain daftar pekerjaan, AI juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun menu makanan keluarga, membuat rancangan anggaran sederhana, merencanakan perjalanan keluarga, atau mengatur jadwal kegiatan anak.

Penggunaan seperti ini dapat membantu mengurangi beban berpikir ketika banyak pekerjaan harus dilakukan secara bersamaan.

4. Membantu menyusun komunikasi dengan anak

Komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam parenting. Orang tua terkadang sudah mengetahui apa yang ingin disampaikan, tetapi kesulitan menemukan kalimat yang tepat.

AI dapat membantu memberikan alternatif kata-kata untuk situasi tertentu. Misalnya ketika orang tua perlu membicarakan masalah disiplin, menyampaikan teguran, membuat ucapan ulang tahun, atau membalas pesan dari anak dengan bahasa yang lebih tenang.

Bantuan ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi pesan yang sudah dibuat. Orang tua bisa meminta AI mengubah kalimat agar terdengar lebih ramah, tidak terlalu keras, atau lebih mudah dipahami anak.

Namun, AI sebaiknya hanya membantu menyusun kata. Hubungan emosional antara orang tua dan anak tetap dibangun melalui komunikasi langsung dan kehadiran nyata.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan pemerintah mengenai pengasuhan di era digital. Budi Setiyono menekankan bahwa kehadiran orang tua, khususnya ayah, tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan ketahanan anak.

5. Mempercepat pencarian informasi

Orang tua juga dapat memanfaatkan AI untuk membantu mengumpulkan informasi. Daripada membaca banyak sumber secara bersamaan, pengguna dapat meminta AI merangkum topik tertentu menjadi poin-poin yang lebih mudah dipahami.

Misalnya, orang tua ingin mengetahui aktivitas yang sesuai untuk anak berdasarkan usia, mencari ide kegiatan keluarga, atau memahami istilah tertentu dalam dunia pendidikan dan pengasuhan.

AI dapat membantu menyederhanakan informasi sehingga orang tua lebih cepat mendapatkan gambaran awal mengenai suatu topik.

Baca Juga:  Popok Tipis Dinilai Lebih Baik untuk Tumbuh Kembang Bayi dan Stabilitas Gerak

Meski praktis, informasi dari AI tidak boleh langsung dianggap sebagai jawaban paling benar. Untuk persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, perkembangan anak, pendidikan khusus, atau masalah psikologis, orang tua tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga profesional.

AI Membantu, Tetapi Tidak Menggantikan Peran Orang Tua

Pemanfaatan AI dalam parenting pada dasarnya dapat membantu mengurangi sebagian beban sehari-hari. Orang tua bisa menggunakannya untuk mencari ide, mengatur aktivitas, menyusun komunikasi, hingga mengolah informasi.

Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.

Berdasarkan penjelasan psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, orang tua di era digital tidak cukup hanya mengawasi penggunaan teknologi. Orang tua juga perlu menjadi pendamping aktif dan contoh bagi anak dalam menggunakan teknologi.

Hal yang sama berlaku ketika AI digunakan untuk membantu parenting. Orang tua tetap menjadi pihak yang menentukan keputusan akhir.

Misalnya, AI memberikan beberapa pilihan aktivitas untuk anak. Orang tua perlu mempertimbangkan usia, karakter, kondisi dan kebutuhan anak sebelum menerapkannya. Jika AI memberikan informasi kesehatan atau perkembangan anak, informasi tersebut sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti konsultasi dengan dokter atau tenaga profesional.

Ada pula aspek privasi yang perlu diperhatikan. Orang tua sebaiknya berhati-hati ketika memasukkan informasi pribadi anak ke dalam layanan AI, terutama data identitas, kondisi kesehatan, foto, lokasi, atau informasi lain yang bersifat sensitif.

Pemerintah juga menekankan bahwa teknologi harus digunakan sebagai alat yang mendukung keluarga. Dalam pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI, Kemendukbangga menyatakan penguatan fungsi keluarga tetap penting agar teknologi digunakan secara etis, aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Karena itu, penggunaan AI dalam parenting idealnya bukan membuat orang tua semakin jauh dari anak. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk menghemat waktu dan tenaga sehingga orang tua memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan hal yang tidak dapat dilakukan oleh AI, seperti mendengarkan cerita anak, bermain bersama, memberikan pelukan, memahami perubahan emosinya, dan hadir ketika anak membutuhkan.

Pada akhirnya, AI dapat menjadi asisten parenting yang praktis, tetapi keputusan dan kedekatan dalam keluarga tetap berada di tangan orang tua.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Parenting

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Parenting Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia parenting — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED