Perusahaan teknologi memang mengumpulkan data pengguna untuk berbagai kebutuhan, mulai dari iklan hingga rekomendasi yang lebih sesuai dengan aktivitas pengguna. Namun, sebuah riset terbaru menunjukkan adanya perbedaan cukup besar dalam jumlah jenis data yang dikumpulkan oleh aplikasi milik perusahaan teknologi besar.
Riset tersebut dilakukan oleh Surfshark, perusahaan yang bergerak di bidang VPN dan keamanan siber. Penelitian ini menganalisis 171 aplikasi yang dimiliki lima perusahaan teknologi besar, yakni Google, Microsoft, Apple, Amazon, dan Meta.
Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi milik Meta menjadi yang paling banyak mengumpulkan jenis data pengguna dibandingkan perusahaan lain yang diteliti.
Surfshark menganalisis informasi privasi yang tercantum di Apple App Store. Penelitian tersebut menghitung jenis data yang dinyatakan dapat dikumpulkan oleh aplikasi, bukan jumlah data yang dikumpulkan ataupun seberapa sering data tersebut diambil.
Artinya, hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa setiap aplikasi mengumpulkan seluruh jenis data tersebut dari semua penggunanya.
Aplikasi Meta Rata-rata Kumpulkan 25 Jenis Data
Berdasarkan riset Surfshark, aplikasi Meta rata-rata tercatat mengumpulkan 25 dari 25 kategori data yang dianalisis. Jumlah tersebut disebut sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata aplikasi milik perusahaan lain dalam penelitian.
Beberapa aplikasi Meta yang masuk dalam kategori pengumpul data dalam jumlah besar antara lain Facebook, Messenger, Meta AI, Meta Horizon, Meta Ads Manager, Meta Business Suite, dan Forum.
Jenis informasi yang tercantum dalam analisis tersebut cukup beragam. Beberapa di antaranya meliputi ID perangkat, interaksi pengguna dengan produk, informasi performa aplikasi, data crash, lokasi presisi, hingga riwayat pencarian.
Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana pengguna berinteraksi dengan layanan digital. Semakin banyak kategori informasi yang dapat dikumpulkan, semakin luas pula jenis aktivitas pengguna yang dapat tercatat oleh sebuah aplikasi.
Di posisi berikutnya terdapat Google. Berdasarkan penelitian Surfshark, aplikasi Google rata-rata mengumpulkan 17 jenis data pengguna.
Google juga memiliki jumlah aplikasi yang cukup besar dalam daftar penelitian. Sebanyak 29 aplikasi Google masuk dalam daftar 40 aplikasi yang paling banyak mengumpulkan data.
Namun, jumlah aplikasi Google dalam sampel penelitian juga paling banyak, yakni mencapai 44 aplikasi. Karena itu, angka rata-rata tersebut perlu dilihat berdasarkan cakupan sampel yang digunakan dalam penelitian.
Amazon, Microsoft, dan Apple Berada di Bawah Meta
Amazon menempati posisi ketiga dalam penelitian Surfshark dengan rata-rata 12 jenis data yang dikumpulkan oleh aplikasinya.
Salah satu aplikasi Amazon yang disebut paling banyak mengumpulkan data adalah Amazon Alexa. Aplikasi tersebut tercatat mengumpulkan 28 jenis data dan menjadi aplikasi non-Meta dengan jumlah kategori data tertinggi dalam penelitian.
Selanjutnya, Microsoft berada di posisi keempat dengan rata-rata delapan jenis data yang dikumpulkan aplikasinya.
Sementara itu, Apple berada di posisi kelima. Aplikasi Apple rata-rata tercatat mengumpulkan tujuh jenis data.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup lebar antara Meta dengan perusahaan teknologi lain dalam hal jumlah kategori data yang tercantum dalam informasi privasi aplikasi.
Menurut Dr. Luis Costa, pemimpin riset Surfshark, model bisnis perusahaan teknologi besar sering kali memiliki ketergantungan kuat terhadap informasi pengguna.
“Riset kami menunjukkan bahwa model bisnis Big Tech sering kali dibangun di atas nafsu yang tak terpuaskan akan informasi pengguna,” kata Luis Costa, seperti dikutip dari The Register.
Ia menilai penggabungan berbagai jenis informasi dari banyak aplikasi dapat menghasilkan gambaran yang sangat rinci mengenai aktivitas seseorang.
“Ketika para raksasa ini menggabungkan riwayat penelusuran, kebiasaan berbelanja, dan koordinat GPS yang presisi dari puluhan aplikasi berbeda, mereka membangun peta digital kehidupan pengguna yang terperinci,” kata Costa.
Temuan ini kembali menempatkan privasi data pengguna sebagai salah satu isu penting dalam perkembangan layanan digital. Bagi pengguna, informasi mengenai jenis data yang dapat diakses sebuah aplikasi menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan izin.
Perlu dicatat, penelitian Surfshark menggunakan informasi privasi yang tersedia di Apple App Store. Data tersebut menggambarkan kategori informasi yang dinyatakan dapat dikumpulkan aplikasi, bukan berarti seluruh kategori tersebut pasti dikumpulkan dari setiap pengguna.
Referensi:
Detik