Kepala Kesemutan Jangan Diabaikan, Bisa Berkaitan dengan Gangguan Saraf
Kesemutan atau parestesia tidak hanya dapat dirasakan pada tangan dan kaki. Sensasi yang terasa seperti geli, tertusuk-tusuk, terbakar, atau mati...
Read more
Kasus selebgram Fahira Almira yang membandingkan diagnosis dan layanan kesehatan di Indonesia dengan Penang, Malaysia, menjadi perhatian di media sosial. Fahira mengaku sempat mendapat diagnosis appendicitis atau radang usus buntu dari tiga rumah sakit di Indonesia, tetapi kemudian memperoleh diagnosis berbeda setelah menjalani pemeriksaan di Penang.
Perbedaan diagnosis tersebut membuat istilah appendicitis ikut menjadi sorotan. Lantas, sebenarnya apa itu appendicitis dan bagaimana dokter memastikan seseorang mengalami penyakit tersebut?
Appendicitis adalah peradangan pada usus buntu atau appendix, yaitu organ kecil berbentuk seperti kantong yang menempel pada usus besar. Organ ini berada di bagian kanan bawah perut.
Menurut Cleveland Clinic, appendicitis terjadi ketika usus buntu mengalami penyumbatan, infeksi, dan peradangan. Pembengkakan yang semakin parah dapat menyebabkan usus buntu pecah. Kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis karena bakteri dari saluran pencernaan dapat menyebar ke rongga perut dan memicu infeksi serius.
Gejala appendicitis yang paling umum adalah sakit perut, mual, dan kehilangan nafsu makan. Namun, pola nyerinya juga menjadi salah satu petunjuk yang diperhatikan dokter.
Pada kondisi yang khas, rasa sakit awalnya muncul di sekitar pusar atau bagian tengah perut. Nyeri dapat berlangsung selama beberapa jam dan kemudian menjadi semakin kuat.
Setelah itu, rasa sakit biasanya berpindah ke perut bagian kanan bawah, tepat di area tempat usus buntu berada. Nyeri kemudian menjadi lebih terpusat dan terus memburuk.
Berdasarkan informasi dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases atau NIDDK, nyeri akibat appendicitis juga dapat semakin terasa ketika seseorang bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin.
Selain nyeri perut, beberapa gejala lain yang dapat muncul antara lain:
Demam. Sebagian penderita appendicitis dapat mengalami demam sebagai respons tubuh terhadap peradangan atau infeksi.
Mual dan muntah. Keluhan ini sering muncul setelah nyeri perut mulai terasa.
Kehilangan nafsu makan. Penderita dapat mengalami penurunan keinginan untuk makan.
Perut bengkak atau kembung. Pada kondisi tertentu, perut dapat terlihat membesar atau terasa penuh.
Gangguan buang air besar. Appendicitis dapat disertai sembelit atau diare pada sebagian penderita.
Gangguan buang air kecil. Beberapa orang dapat merasa lebih sering atau lebih mendesak untuk buang air kecil akibat iritasi di sekitar organ yang berdekatan.
Meski pola tersebut cukup khas, tidak semua orang dengan appendicitis mengalami gejala yang sama. Cleveland Clinic menyebut hanya sekitar separuh penderita yang menunjukkan pola gejala klasik. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil juga dapat menunjukkan gejala yang berbeda.
Salah satu alasan diagnosis appendicitis tidak selalu sederhana adalah karena gejalanya dapat menyerupai berbagai penyakit lain.
Keluhan sakit pada perut bagian bawah, terutama pada perempuan, dapat berkaitan dengan organ panggul, saluran kemih, maupun sistem reproduksi. Karena itu, dokter perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum memastikan penyebabnya.
Beberapa kondisi yang dapat memiliki gejala mirip appendicitis antara lain penyakit radang panggul, kista ovarium, batu ginjal, infeksi saluran kemih, pankreatitis, penyakit radang usus, divertikulitis, gastroenteritis, dan sumbatan usus.
Inilah sebabnya seseorang yang mengalami sakit perut tidak sebaiknya langsung menyimpulkan dirinya mengalami radang usus buntu. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari penyebab yang sebenarnya.
Diagnosis appendicitis dilakukan dengan menggabungkan beberapa informasi, bukan hanya berdasarkan lokasi sakit perut.
Dokter biasanya terlebih dahulu menanyakan kapan nyeri mulai muncul, lokasi nyeri, intensitas sakit, serta gejala lain yang menyertainya. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik untuk melihat adanya nyeri tekan, kekakuan perut, dan tanda lain yang dapat mengarah pada appendicitis.
Jika gejalanya khas, dokter mungkin dapat mencurigai appendicitis sejak pemeriksaan awal. Namun, apabila gejalanya tidak spesifik, pemeriksaan tambahan diperlukan.
Menurut NIDDK, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat tanda peradangan, termasuk peningkatan jumlah sel darah putih atau kadar C-reactive protein atau CRP. Pemeriksaan urine juga dapat digunakan untuk membantu menyingkirkan kondisi seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
Dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti USG perut, CT scan, atau MRI untuk melihat kondisi usus buntu dan mencari penyebab lain dari sakit perut.
Cleveland Clinic juga menegaskan bahwa tidak ada satu pemeriksaan tunggal yang selalu dapat memastikan appendicitis. Dokter biasanya menggunakan kombinasi pemeriksaan fisik, tes laboratorium, serta pencitraan sesuai kondisi pasien.
Appendicitis bukan sekadar sakit perut biasa. Jika peradangan terus berkembang tanpa penanganan, usus buntu dapat mengalami kebocoran atau pecah.
Ketika usus buntu pecah, bakteri dapat menyebar ke dalam rongga perut dan menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi serius pada lapisan rongga perut. Infeksi juga dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam nyawa.
Karena risiko tersebut, appendicitis perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dengan cepat. Penanganan umumnya melibatkan antibiotik dan operasi pengangkatan usus buntu atau appendectomy. Pada sebagian kasus appendicitis yang ringan, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik tanpa operasi, tetapi operasi masih menjadi standar penanganan utama.
Dengan demikian, munculnya sakit perut yang semakin berat, terutama jika berpindah ke perut kanan bawah dan disertai mual, muntah, demam, atau nyeri saat perut disentuh, sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan apakah keluhan tersebut disebabkan appendicitis atau kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
Referensi:
Detik Health
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Meskipun dunia modern telah berada di era kecerdasan buatan, pencitraan satelit resolusi tinggi, dan analisis DNA purba, sejarah peradaban manusia...
Kasus selebgram Fahira Almira yang membandingkan diagnosis dan layanan kesehatan di Indonesia dengan Penang, Malaysia, menjadi perhatian di media sosial....