Super El Nino Diprediksi Melanda, BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Lebih Panas dan Kering

BMKG mengungkap El Nino terus menguat dan berpotensi menjadi Super El Nino. Simak dampaknya terhadap cuaca, pertanian, hingga risiko kebakaran hutan.

BMKG mengungkap El Nino terus menguat dan berpotensi menjadi Super El Nino

Fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa bulan ke depan. Sejumlah pakar iklim bahkan memprediksi kondisi ini berpotensi berkembang menjadi Super El Nino, yakni kategori El Nino dengan intensitas paling tinggi yang pernah tercatat.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), nilai Indeks Nino 3.4 dasarian masih berada di angka +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) tercatat -28,2. Menurut BMKG, indikator tersebut menunjukkan bahwa El Nino saat ini berada pada kategori kuat dan masih berpotensi mengalami penguatan hingga beberapa bulan mendatang.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menghambat pembentukan awan hujan sehingga meningkatkan potensi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor cuaca, tetapi juga pertanian, ketersediaan air, hingga kesehatan masyarakat.

Dampak Super El Nino Diperkirakan Lebih Berat

Berdasarkan pemantauan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan timur terus meningkat lebih dari 1 derajat Celsius di atas kondisi normal. NOAA juga memperkirakan peluang El Nino bertahan hingga awal musim semi 2027 mencapai sekitar 97 persen.

Menurut NOAA, peningkatan suhu tersebut dipicu oleh menghangatnya lapisan bawah laut akibat pergerakan gelombang Kelvin yang memperdalam lapisan termoklin di Samudra Pasifik.

Sementara itu, menurut Erma Yulihastin, Profesor Riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, intensitas El Nino saat ini bahkan telah melampaui puncak El Nino yang terjadi pada 2023.

Baca Juga:  Antartika Berubah Warna, Ilmuwan Ungkap Peran Fitoplankton dan Perubahan Iklim

“Kalau kita bicara dampak untuk kasus El Nino 2023 yang suhu maksimum intensitasnya hanya 1,6 derajat Celsius, sekarang posisi El Nino saat ini sudah mencapai sekitar 1,74 derajat Celsius dan masih terus meningkat,” kata Erma Yulihastin.

Ia menjelaskan bahwa apabila anomali suhu mencapai 2 derajat Celsius atau lebih, fenomena tersebut sudah masuk kategori Super El Nino. Dalam sejarah modern, kondisi seperti ini baru terjadi pada tahun 1997 dan 2015.

Menurut Erma, El Nino tahun 2026 diperkirakan memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan kejadian pada 2023 karena intensitasnya sudah melampaui puncak pemanasan saat itu dan masih menunjukkan tren meningkat.

BMKG juga mengingatkan bahwa penguatan El Nino dapat memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari penurunan produksi pertanian, meningkatnya risiko gagal panen akibat kekurangan air, hingga bertambahnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, kondisi cuaca yang lebih panas dan kering berpotensi memperburuk kualitas udara karena konsentrasi polutan meningkat. Dampak kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga gangguan akibat paparan suhu tinggi juga diperkirakan meningkat.

Menurut BMKG, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini melalui penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, serta pemanfaatan informasi prakiraan iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Referensi:
CNN Indonesia

Baca Juga:  Suhu Jakarta Capai 35 Derajat, Warga Pilih Taman Kota untuk Menyiasati Panas

📚 ️Baca Juga Seputar Sains

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Sains Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia sains — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED