AI Kini Jadi Andalan Orang Tua Memilih Jurusan Kuliah Anak di China

Orang tua di China mulai memanfaatkan AI untuk memilih jurusan kuliah anak. Simak bagaimana chatbot membantu proses yang sebelumnya mengandalkan konsultan pendidikan.

Orang tua di China mulai memanfaatkan AI untuk memilih jurusan kuliah anak

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas untuk membantu pekerjaan atau membuat konten. Di China, teknologi ini mulai dimanfaatkan oleh banyak orang tua sebagai pendamping dalam menentukan jurusan kuliah dan universitas yang sesuai bagi anak mereka setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional atau gaokao.

Salah satu kisah datang dari Zhang Qi, seorang pengemudi ojek online di Guangzhou. Menurut Zhang, keterbatasan biaya membuat keluarganya tidak mampu menyewa konsultan pendidikan profesional yang selama ini menjadi pilihan banyak keluarga kelas menengah. Sebagai alternatif, ia menggunakan sejumlah chatbot AI buatan China untuk membantu putranya menentukan pilihan studi.

“Sebelumnya, kami hanya tahu universitas-universitas di dekat rumah. Sekarang, AI menunjukkan universitas dan jurusan mana saja yang bisa diraih anak kami di seluruh negeri berdasarkan nilai ujiannya. Kami sibuk mencari nafkah dan tidak bisa banyak membantu anak kami,” kata Zhang Qi.

Berkat rekomendasi AI, putra Zhang yang berasal dari Provinsi Shanxi memperoleh gambaran peluang untuk melanjutkan pendidikan di Shenzhen, salah satu pusat inovasi teknologi terbesar di China.

AI Mengubah Cara Keluarga Menentukan Masa Depan Pendidikan

Sistem penerimaan mahasiswa di China sangat bergantung pada hasil gaokao. Setelah nilai diumumkan, jutaan peserta hanya memiliki waktu singkat untuk menentukan jurusan sebelum proses pendaftaran ditutup. Situasi tersebut membuat banyak keluarga membutuhkan informasi yang cepat sekaligus akurat.

Berdasarkan data dari Alibaba, lebih dari 14 juta pengguna telah mencoba agen AI penerimaan mahasiswa yang tersedia pada asisten AI Qwen hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga:  Peringatan Serius Bos ChatGPT Soal AI Super Pintar dan Ancaman Global

Sementara itu, Baidu melaporkan sekitar 15 juta siswa menggunakan layanan AI mereka untuk membantu proses pendaftaran universitas. Di sisi lain, chatbot Yuanbao milik Tencent Holdings disebut telah menjawab hampir 80 juta pertanyaan terkait penerimaan mahasiswa baru.

Menurut laporan lembaga riset iiMedia Research, meningkatnya penggunaan AI diperkirakan akan memengaruhi industri konsultasi pendidikan di China yang bernilai sekitar 1,01 miliar yuan atau sekitar Rp2,3 triliun pada 2025, dengan asumsi kurs sekitar Rp2.300 per yuan. Nilai pasar tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 1,22 miliar yuan atau sekitar Rp2,8 triliun pada 2027.

Selama ini, keluarga dengan kemampuan ekonomi lebih baik biasanya menggunakan konsultan pendidikan berbayar untuk memperoleh strategi memilih universitas dan jurusan terbaik. Sementara keluarga kelas pekerja lebih banyak mengandalkan guru sekolah, kerabat, atau tokoh pendidikan sebagai sumber informasi.

Namun, kehadiran AI mulai mengubah pola tersebut karena akses terhadap teknologi menjadi jauh lebih mudah dan murah.

Meski demikian, konsultan pendidikan tradisional menilai peran manusia masih tetap dibutuhkan. Menurut Wu Rui, konsultan pendidikan asal Guangzhou, AI memang mampu menangani konsultasi dasar, tetapi banyak keluarga masih memerlukan pendampingan untuk memahami hasil rekomendasi yang diberikan chatbot.

Wu mengaku bahkan menyesuaikan tarif konsultasinya dari sekitar 5.000 yuan menjadi 2.999 yuan, atau sekitar Rp11,5 juta menjadi Rp6,9 juta, agar tetap kompetitif di tengah meningkatnya penggunaan AI.

Baca Juga:  Bos Telegram Kritik Keamanan WhatsApp dan Sebut Rentan Dipakai pada 2026

Menurut Wu, kualitas rekomendasi AI juga sangat bergantung pada kemampuan pengguna menyusun instruksi atau prompt secara rinci. Pengguna yang hanya memasukkan nilai ujian biasanya memperoleh hasil yang masih bersifat umum.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Zhang Qi. Awalnya, ia hanya memasukkan nilai ujian putranya dan daerah asal sehingga rekomendasi yang diberikan AI belum cukup spesifik. Setelah mempelajari cara membuat prompt yang lebih lengkap melalui media sosial, ia mulai menambahkan informasi mengenai anggaran biaya kuliah, rencana karier putranya, hingga minat bekerja sebagai pegawai negeri atau bergabung dengan militer.

Meski terbantu oleh AI, Zhang tetap meminta pendapat guru dan anggota keluarga sebelum mengambil keputusan akhir.

“Kamu perlu memahami pasar kerja dan cara kerja masyarakat China sebelum tahu apa yang harus ditanyakan ke AI,” kata Zhang.

Berdasarkan berbagai perkembangan tersebut, AI kini mulai berperan sebagai pendamping baru dalam proses pengambilan keputusan pendidikan. Namun, baik keluarga maupun konsultan pendidikan sepakat bahwa hasil dari chatbot tetap perlu dikaji bersama informasi lain agar keputusan memilih jurusan dan universitas benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta tujuan masa depan siswa.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED