Gemini Resmi Hadir di macOS, Google Permudah Akses AI di Laptop Apple
Google kembali memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan dengan merilis aplikasi Gemini versi mandiri untuk macOS. Kehadiran aplikasi ini memberikan...
Read more
Sam Altman, CEO dari OpenAI, menyampaikan peringatan serius kepada pemerintah Amerika Serikat terkait perkembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut atau superintelligence. Ia menilai dunia kini sudah berada di ambang perubahan besar, di mana AI bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan motor utama ekonomi modern.
Menurut Altman, teknologi AI berkembang sangat cepat dan mulai mengubah cara manusia bekerja. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk menghadapi dampak besar dari teknologi ini, baik dari sisi peluang maupun ancaman.
“AI akan membantu para ilmuwan membuat penemuan besar, dan memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh kelompok besar,” kata Sam Altman, mengutip pernyataannya dalam wawancara di kanal YouTube Axios.
Altman menjelaskan bahwa saat ini sistem AI sudah mampu mengambil alih tugas kompleks seperti coding dan riset. Bahkan, ke depan AI diprediksi akan menjadi kebutuhan dasar seperti listrik, dengan layanan berbasis langganan yang menyesuaikan tingkat kecerdasan dan penggunaan.
Di balik potensi besar tersebut, Altman juga menyoroti risiko yang tidak bisa diabaikan. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan penyalahgunaan AI untuk eksperimen biologis berbahaya.
Menurut Altman, dunia semakin dekat dengan situasi di mana model AI open-source memiliki kemampuan tinggi di bidang biologi. Hal ini membuka peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab, termasuk kelompok teroris, untuk menciptakan patogen berbahaya seperti virus atau bakteri mematikan.
Selain itu, ancaman juga datang dari sektor keamanan siber. Berdasarkan pernyataan Charles Guillemet, Chief Technology Officer dari Ledger, AI kini justru memperkuat kemampuan peretas.
Menurut Charles Guillemet, AI membuat proses eksploitasi celah keamanan menjadi jauh lebih cepat. Tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan kini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Dampaknya sudah terasa nyata, di mana industri kripto mengalami kerugian hingga 1,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 24 triliun akibat serangan siber.
Altman menegaskan bahwa risiko serangan siber berskala global bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja, bahkan dalam waktu dekat.
Altman juga menyoroti aspek geopolitik dalam pengembangan AI. Ia menyebut bahwa persaingan membangun superintelligence kini menjadi pertarungan antarnegara.
Menurut dia, sangat penting bagi Amerika Serikat untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan teknologi ini. Namun, ia menolak gagasan nasionalisasi penuh oleh pemerintah.
“Argumen terkuat melawan nasionalisasi adalah bahwa itu kemungkinan besar tidak akan berhasil jika dijalankan sebagai proyek pemerintah,” kata Altman.
Sebagai solusi, ia mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah untuk memastikan pengembangan AI berjalan aman dan efektif. Ia juga menekankan pentingnya integritas pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan teknologi ini.
“Sangat penting memastikan bahwa orang-orang yang membangun AI adalah mereka yang memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya,” ujar Altman.
Referensi:
KompasTekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...