Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat telah disiapkan untuk merespons apabila terjadi upaya pembunuhan terhadap dirinya yang dikaitkan dengan pemerintah Iran.
Menurut Donald Trump, pemerintah Amerika Serikat telah memberikan instruksi kepada militer untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Ia mengklaim sejumlah rudal telah disiagakan sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila ancaman tersebut benar-benar terjadi.
“Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu untuk menghancurkan seluruh wilayah Iran jika ancaman itu dijalankan,” kata Donald Trump melalui unggahan di Truth Social.
Trump juga menyebut sekitar 1.000 rudal telah disiapkan dan diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lain disebut akan menyusul apabila pemerintah Iran melakukan atau mencoba melakukan serangan terhadap Presiden Amerika Serikat.
Laporan Intelijen Picu Ketegangan Baru
Berdasarkan informasi yang dikutip dari sejumlah media Amerika Serikat, pernyataan Trump muncul setelah pemerintah Israel menyampaikan informasi intelijen mengenai dugaan rencana baru yang disebut secara spesifik mengarah pada upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Menurut laporan yang mengutip sumber anonim yang mengetahui perkembangan tersebut, pemerintah Amerika Serikat telah memantau sejumlah laporan intelijen terkait ancaman terhadap Trump. Namun, informasi terbaru dari Israel disebut memuat dugaan rencana yang lebih spesifik dibanding laporan sebelumnya.
Di sisi lain, hubungan antara Washington dan Teheran memang telah lama diwarnai ketegangan. Pemerintah Iran selama bertahun-tahun menyampaikan keinginan untuk membalas kematian Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat pada Januari 2020 atas perintah Donald Trump saat menjabat sebagai presiden.
Beberapa hari sebelum pernyataan terbaru tersebut, Trump juga mengaku dirinya menyadari adanya ancaman yang ditujukan kepadanya.
“Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS, saya. Saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini saya merasa cukup beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama,” kata Donald Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan terbaru Trump. Situasi tersebut terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah di tengah hubungan kedua negara yang masih berlangsung dalam kondisi sensitif.
Referensi:
Detik