Menyusuri Borobudur: Lebih dari Sekadar Candi, Sebuah Perjalanan Menemukan Sejarah dan Kedamaian
Menyapa Warisan Dunia di Jantung Jawa Di tengah hamparan hijau Kabupaten Magelang, berdiri sebuah mahakarya yang telah bertahan lebih dari...
Read more
Rezeki bukan hanya soal bekerja lebih keras. Ada banyak orang yang siang malam bekerja tanpa kenal lelah, tetapi hidupnya tetap terasa sempit. Sebaliknya, ada yang rezekinya terasa lapang, hatinya tenang, keluarganya harmonis, dan urusannya dimudahkan Allah.
Lalu apa yang membedakan?
Bisa jadi, ada satu pintu rezeki yang selama ini sering kita abaikan. Bukan karena kurang usaha, melainkan karena kita lupa memperbaiki hubungan dengan Allah dan orang tua.
Ilmu Adalah Awal dari Semua Kebaikan
Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia. Bahkan Imam Ahmad rahimahullah menyebutkan bahwa tidak ada ibadah sunnah yang lebih utama daripada menuntut ilmu apabila niatnya benar.
Mengapa demikian?
Karena ilmu adalah cahaya yang membimbing seseorang membedakan mana yang halal dan mana yang haram.
Tanpa ilmu, seseorang bisa rajin beribadah tetapi masih terjerumus dalam dosa yang tidak disadarinya. Ada yang memutus silaturahmi karena persoalan warisan. Ada pula yang tetap terlibat dalam praktik riba karena tidak memahami ancaman Allah terhadap pelakunya.
Ilmu bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membentuk rasa takut kepada Allah. Semakin seseorang mengenal Rabb-nya, semakin berhati-hati ia dalam setiap langkah kehidupannya.
Kisah yang Mengubah Cara Pandang
Salah satu kisah yang sangat menginspirasi adalah tentang seseorang yang telah membunuh 99 orang.
Karena bertanya kepada orang yang ahli ibadah namun tidak memiliki ilmu, ia mendapatkan jawaban bahwa pintu taubat telah tertutup baginya. Akibatnya, ia kembali melakukan pembunuhan hingga genap menjadi 100 korban.
Namun ketika ia bertanya kepada seorang alim, jawabannya sangat berbeda.
Orang berilmu tidak menutup pintu harapan. Ia mengajarkan bahwa rahmat Allah sangat luas dan memerintahkannya untuk berhijrah meninggalkan lingkungan buruk menuju lingkungan yang penuh kebaikan.
Ilmu yang benar mampu menyelamatkan kehidupan seseorang, bahkan setelah dosa yang begitu besar.
Mungkin Rezekimu Tertahan Karena Hubunganmu dengan Orang Tua
Saat merasa hidup terasa berat, usaha tidak berkembang, atau rezeki terasa sempit, mungkin yang perlu diperbaiki bukan hanya strategi bekerja.
Cobalah melihat kembali hubungan kita dengan kedua orang tua.
Apakah kita masih sering menghubungi mereka?
Apakah kita berbicara dengan lembut?
Apakah kita benar-benar telah membahagiakan mereka?
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang tua adalah salah satu pintu surga yang paling agung. Siapa yang menjaganya akan memperoleh keberuntungan, sedangkan yang menyia-nyiakannya akan kehilangan kesempatan yang sangat besar.
Rezeki dan Silaturahmi Sangat Berkaitan
Dalam hadis yang sangat masyhur, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.
Silaturahmi yang paling utama tentu dimulai dari orang tua.
Sering kali kita sibuk membangun relasi bisnis, memperluas jaringan pekerjaan, tetapi lupa mengunjungi ibu yang menunggu kabar dari anaknya.
Padahal bisa jadi doa seorang ibu lebih berharga daripada semua strategi bisnis yang kita pelajari.
Mengapa Nabi Mengulang Kata “Ibumu” Tiga Kali?
Ketika seorang sahabat bertanya siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik, Rasulullah ﷺ menjawab:
“Ibumu.”
Sahabat itu bertanya lagi.
Beliau kembali menjawab,
“Ibumu.”
Untuk ketiga kalinya pun jawabannya tetap sama.
Barulah setelah itu beliau mengatakan,
“Ayahmu.”
Hal ini menunjukkan betapa besar jasa seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, serta membesarkan anaknya dengan penuh pengorbanan.
Berbakti Tidak Berakhir Ketika Orang Tua Menjadi Tua
Semakin bertambah usia, orang tua sering kali menjadi lebih sensitif, mudah lupa, bahkan banyak meminta perhatian.
Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur’an agar kita tidak mengatakan “ah” kepada mereka.
Bukan hanya membentak yang dilarang, bahkan ucapan yang menunjukkan rasa kesal pun tidak dibenarkan.
Berbakti berarti tetap berbicara lembut, merendahkan hati, melayani dengan kasih sayang, serta mendoakan mereka setiap hari.
Bagaimana Jika Orang Tua Belum Taat?
Islam tetap memerintahkan anak untuk berbuat baik kepada orang tua meskipun mereka belum menjalankan agama dengan baik atau bahkan berbeda keyakinan.
Selama mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan atau kesyirikan, seorang anak tetap wajib memperlakukan mereka dengan hormat, penuh kasih sayang, dan akhlak yang baik.
Sikap lembut seorang anak bisa menjadi jalan datangnya hidayah bagi orang tuanya.
Penutup
Rezeki bukan sekadar angka dalam rekening.
Rezeki adalah ketenangan hati, keluarga yang harmonis, kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani hidup.
Jika selama ini kita merasa pintu rezeki belum terbuka, mungkin saatnya kita memperbaiki dua hal yang sering terlupakan:
* Perbanyak menuntut ilmu agar hidup dipenuhi petunjuk Allah.
* Perbaiki bakti kepada kedua orang tua, terutama kepada ibu, karena di sanalah terdapat pintu surga sekaligus salah satu sebab datangnya keberkahan hidup.
Jangan sampai kita sibuk mencari rezeki ke berbagai arah, tetapi lupa menjaga pintu keberkahan yang telah Allah letakkan begitu dekat dengan kita.
sumber : Link Video: https://youtu.be/VDMLXGnMFAM | Ustadz Syafiq Riza Basalamah
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ibadah Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ibadah — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sejak kecil, ibu selalu mengajarkan satu hal kepada Raka. "Kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik diam." Dulu ia mengangguk....
Mendapatkan klien pertama sering kali menjadi tantangan terbesar bagi seorang freelancer, kreator, desainer, editor, programmer, fotografer, atau pemilik jasa lainnya....