Tren AI Makin Masif, Traffic Internet Global Diprediksi Melonjak Tajam
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas pada chatbot atau fitur pintar di smartphone. Teknologi ini kini mulai merambah berbagai...
Read more
Pasar memori komputer kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memperkirakan harga RAM akan terus mengalami tekanan hingga beberapa tahun ke depan. Meskipun produsen asal China seperti CXMT terus meningkatkan produksi chip DDR5, langkah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi lonjakan permintaan global dan dominasi pemain besar industri memori.
Laporan terbaru dari firma investasi Jefferies menyebut bahwa pasar memori masih berada dalam fase bullish. Harga chip memori diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026 hingga 2027, sebelum mulai mengalami koreksi pada 2028 ketika kapasitas produksi global semakin besar dan pertumbuhan permintaan mulai melambat.
Dalam beberapa tahun terakhir, China berupaya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing dengan mengembangkan industri semikonduktor domestik. Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian adalah CXMT yang mulai memasok chip DDR5 untuk berbagai kebutuhan komputasi.
Namun menurut analis Jefferies, kemampuan teknologi China masih tertinggal dibandingkan produsen memori raksasa seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Kesenjangan teknologi tersebut membuat peningkatan produksi dari China belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga RAM global dalam jangka pendek.
Akibatnya, pasokan tambahan yang datang dari China diperkirakan belum bisa menekan kenaikan harga memori yang dipicu oleh tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga perangkat konsumen.
Jefferies memproyeksikan harga memori dapat mengalami kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Pada kuartal ketiga, harga diperkirakan naik sekitar 40% hingga 50% dibanding kuartal sebelumnya. Tren kenaikan tersebut berpotensi berlanjut pada kuartal berikutnya.
Kondisi ini tentu menjadi kabar kurang menyenangkan bagi gamer, perakit PC, maupun pengguna yang berencana melakukan upgrade perangkat. Biaya untuk membeli RAM baru kemungkinan akan tetap mahal dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor juga ikut menyerap kapasitas produksi memori dalam jumlah besar. Banyak produsen lebih memprioritaskan pasokan untuk pusat data dan layanan cloud dibanding pasar konsumen.
Meski prospeknya terlihat berat dalam jangka pendek, para analis memperkirakan situasi akan mulai berubah pada 2028. Saat itu kapasitas produksi global diperkirakan meningkat sekitar 15% hingga 20%, sementara pertumbuhan permintaan mulai melambat.
Jika skenario tersebut terjadi, harga rata-rata RAM berpotensi turun dan pasar kembali memasuki fase yang lebih stabil. Selain itu, teknologi memori China juga diperkirakan akan semakin matang sehingga mampu memberikan persaingan yang lebih kuat terhadap pemain lama.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti masa-masa harga RAM mahal kemungkinan masih akan bertahan beberapa tahun lagi. Namun di sisi lain, peluang penurunan harga tetap terbuka ketika produksi global berhasil mengejar permintaan pasar yang terus meningkat.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas pada chatbot atau fitur pintar di smartphone. Teknologi ini kini mulai merambah berbagai...
Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tantangan besar sepanjang 2026. Krisis pasokan chip memori yang terjadi secara global diproyeksikan menekan penjualan...