Kondisi YTR (29), perempuan yang menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan oleh kekasihnya berinisial TH (30), dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, korban kini sudah dapat berkomunikasi meski kondisinya masih membutuhkan pemulihan lebih lanjut.
“Sudah, tapi tidak banyak, ya. Sekarang kita harapkan banyak beristirahat dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya,” kata Siska Gerfianti.
Perkembangan tersebut menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. Tim medis dan pihak terkait saat ini berupaya memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik agar kondisi kesehatan fisik maupun mentalnya dapat kembali pulih secara bertahap.
Menurut Siska, komunikasi dengan korban masih dilakukan secara terbatas. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan pasien sekaligus memberikan ruang istirahat yang cukup selama masa pemulihan.
“Kita sih hanya menyapa aja. Bagaimana kondisinya hari ini, seperti itu, terus ke keluarganya. Kita nggak mau terlalu apa, mengganggu pasien,” ujar Siska.
Pelaku Masih Dalam Pengejaran Polda Jawa Barat
Sementara kondisi korban terus dipantau, aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pria berinisial TH yang diduga menjadi pelaku penganiayaan dan penyekapan.
Berdasarkan keterangan dari Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perlindungan Perempuan dan Orang (PPO) Polda Jawa Barat, proses pengejaran terhadap terduga pelaku masih berlangsung.
“Masih proses (pengejaran),” kata Direktur PPA dan PPO Polda Jawa Barat, Kombes Rumi Untari, dalam pesan singkat.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan penyekapan dan kekerasan yang dialami korban berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Setelah berhasil ditemukan dan mendapatkan pertolongan, korban langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis intensif di RSHS Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB juga terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya. Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis, sosial, hingga koordinasi dengan pihak rumah sakit selama proses pemulihan berlangsung.
Selain fokus pada pemulihan korban, aparat kepolisian juga terus mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan guna mempercepat penangkapan terduga pelaku. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan TH diimbau untuk menyampaikannya melalui jalur resmi kepolisian.
Hingga saat ini, kondisi YTR masih terus dipantau oleh tim medis. Prioritas utama adalah memastikan korban mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar proses pemulihan fisik dan psikis dapat berjalan optimal.
Referensi:
detikNews