Menjadi Kuat di Saat Segalanya Terasa Runtuh Ketika Manusia Menyadari Kelemahannya dan Bersandar Sepenuhnya kepada Allah

Dalam perjalanan hidup, hampir setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit. Ada yang diuji dengan kehilangan pekerjaan, sakit berkepanjangan, masalah keluarga, kegagalan usaha, hingga kehilangan orang-orang yang dicintai.

Saat ujian datang bertubi-tubi, manusia sering merasa dirinya tidak lagi memiliki kekuatan untuk melangkah. Semua yang selama ini dibanggakan seolah runtuh dalam sekejap.

Dalam kajian yang disampaikan oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, beliau mengingatkan sebuah hakikat yang sering dilupakan manusia: sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Dan justru ketika seseorang menyadari kelemahannya, saat itulah ia menemukan sumber kekuatan yang sebenarnya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Manusia Diciptakan dalam Keadaan Lemah

Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah.

Sejak lahir, manusia tidak mampu melakukan apa-apa. Seorang bayi bahkan tidak bisa berjalan, mencari makan, atau melindungi dirinya sendiri.

Jika dibandingkan dengan makhluk lain, kelemahan manusia terlihat sangat jelas. Anak ayam yang baru menetas dapat langsung berjalan. Sementara manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna.

Lebih dari itu, setelah melewati masa kuatnya, manusia akan kembali memasuki fase kelemahan ketika usia senja datang.

Rambut memutih, tenaga berkurang, ingatan melemah, dan tubuh tidak lagi sekuat dahulu.

Inilah siklus kehidupan yang menunjukkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar kuat.

Pandemi Mengajarkan Betapa Rapuhnya Manusia

Salah satu pelajaran terbesar yang dialami dunia modern adalah pandemi COVID-19.

Negara-negara adidaya dengan teknologi canggih, ekonomi besar, dan kekuatan militer yang luar biasa ternyata tidak berdaya menghadapi makhluk yang bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Bandara ditutup.

Pabrik berhenti beroperasi.

Sekolah diliburkan.

Perekonomian dunia terguncang.

Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa sebesar apa pun kemampuan manusia, ia tetap makhluk yang lemah di hadapan kekuasaan Allah.

Empat Bentuk Kelemahan Manusia

Ustadz Syafiq mengutip penjelasan para ulama, di antaranya Ibnul Qayyim, tentang berbagai bentuk kelemahan manusia.

1. Lemah Fisik

Banyak manusia merasa dirinya kuat karena tubuh yang atletis dan sehat.

Namun jika dibandingkan dengan makhluk lain, kekuatan manusia sebenarnya sangat terbatas.

Seekor gorila memiliki tenaga yang jauh lebih besar daripada manusia.

Seekor semut bahkan mampu mengangkat beban berkali-kali lipat dari berat tubuhnya sendiri.

Tubuh manusia sangat mudah sakit, terluka, dan mengalami penurunan fungsi.

Baca Juga:  Puasa Nisfu Syaban Dilaksanakan Kapan? Ini Penjelasan dan Keutamaannya

2. Lemah Kemauan

Ini adalah kelemahan yang sering tidak disadari.

Seseorang mampu bermain olahraga selama berjam-jam tanpa lelah.

Namun ketika azan berkumandang, langkah menuju masjid terasa berat.

Seseorang mampu menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, tetapi kesulitan meluangkan beberapa menit untuk membaca Al-Qur’an.

Kelemahan terbesar sering kali bukan pada fisik, tetapi pada kemauan untuk taat kepada Allah.

3. Lemah Ilmu

Semakin banyak seseorang belajar, seharusnya semakin ia menyadari betapa sedikit ilmu yang dimilikinya.

Masalahnya, banyak orang yang baru mengetahui sedikit ilmu lalu merasa dirinya paling benar dan paling tahu segalanya.

Padahal ilmu Allah tidak terbatas.

Apa yang diketahui manusia hanyalah setetes air dibandingkan luasnya lautan ilmu Allah.

4. Lemah Kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu ujian terbesar dalam kehidupan manusia.

Bahkan Nabi Muhammad ﷺ yang merupakan manusia terbaik pun berkali-kali diperintahkan Allah untuk bersabar.

Jika Rasulullah saja terus diingatkan untuk bersabar, maka apalagi kita yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan.

Kesombongan Selalu Berakhir dengan Kehancuran

Sepanjang sejarah, banyak manusia yang merasa dirinya kuat dan tidak membutuhkan Allah.

Namun akhir hidup mereka menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya.

Qarun dan Hartanya

Qarun merasa kekayaannya diperoleh karena kecerdasan dan kemampuannya sendiri.

Ia lupa bahwa semua nikmat berasal dari Allah.

Kesombongannya membuat ia enggan bersyukur dan berbagi.

Akhirnya Allah menenggelamkan Qarun bersama seluruh harta bendanya ke dalam bumi.

Fir’aun dan Kekuasaannya

Fir’aun adalah simbol kesombongan manusia.

Ia mengaku sebagai tuhan dan merasa dirinya tidak terkalahkan.

Namun Allah menghancurkan kekuasaannya dengan cara yang sangat mudah.

Makhluk-makhluk kecil seperti belalang, kutu, dan katak menjadi bagian dari azab yang melemahkan kerajaan besar tersebut.

Pada akhirnya Fir’aun tenggelam di laut yang sama yang sebelumnya ia gunakan untuk mengejar Nabi Musa dan pengikutnya.

Ketika Kekuatan Allah Mengalahkan Segala Keterbatasan

Kisah para nabi menunjukkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah, harta, atau kekuatan fisik.

Nabi Musa dan Laut Merah

Saat Nabi Musa dan pengikutnya terjebak di depan lautan sementara pasukan Fir’aun mengejar dari belakang, secara logika mereka tidak memiliki jalan keluar.

Namun Nabi Musa tetap yakin kepada Allah.

Ketika semua pintu terlihat tertutup, Allah justru membukakan jalan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Laut terbelah dan menjadi jalan keselamatan bagi orang-orang beriman.

Baca Juga:  Waktumu, Taatmu, Lalaimu: Renungan Surat Al-Asr tentang Modal Hidup yang Sering Disia-siakan

Nabi Ibrahim dan Kobaran Api

Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api yang sangat besar.

Secara manusiawi, tidak ada harapan untuk selamat.

Namun beliau menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah dengan penuh keyakinan.

Allah kemudian memerintahkan api tersebut menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Peristiwa ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari diri manusia, melainkan dari pertolongan Allah.

Jangan Bersandar pada Diri Sendiri

Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah merasa mampu menghadapi hidup dengan kekuatannya sendiri.

Ketika memiliki harta, ia merasa aman karena uangnya.

Ketika memiliki jabatan, ia merasa terlindungi karena kekuasaannya.

Ketika memiliki ilmu, ia merasa tidak membutuhkan petunjuk lagi.

Padahal semua itu bisa hilang dalam sekejap.

Karena itulah seorang muslim diperintahkan untuk selalu menggantungkan harapannya kepada Allah.

Bukan kepada harta.

Bukan kepada manusia.

Bukan kepada jabatan.

Tetapi kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.

Doa agar Tidak Diserahkan kepada Diri Sendiri

Di akhir kajian, Ustadz Syafiq mengingatkan pentingnya mengamalkan doa yang sering dibaca Rasulullah ﷺ:

“Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghits, ashlih li sya’ni kullah, wa la takilni ila nafsi tharfata ‘ain.”

Artinya:

“Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata.”

Doa ini mengandung pengakuan bahwa manusia tidak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah.

Penutup

Ketika hidup terasa runtuh, jangan mencari kekuatan pada hal-hal yang fana.

Harta bisa habis.

Jabatan bisa hilang.

Manusia bisa meninggalkan kita.

Namun Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersandar kepada-Nya.

Semakin seseorang menyadari kelemahannya, semakin dekat ia kepada sumber kekuatan yang hakiki.

Karena pada akhirnya, manusia yang paling kuat bukanlah yang memiliki kekuasaan terbesar, melainkan yang paling kuat ketergantungannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bertawakal, bersabar dalam ujian, dan kuat menghadapi kehidupan karena selalu bergantung kepada-Nya.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

(sumber : https://www.youtube.com/watch?v=DYpDWQNNg2k | Ustad. Syafiq Riza Basalamah )

📚 ️Baca Juga Seputar Ibadah

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ibadah Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ibadah — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED