Penjaga Taman yang Mengetahui Rahasia Langit, Awal Munculnya Ancaman dari Celah Dunia

Penjaga Taman yang Mengetahui Rahasia Langit

Malam itu, ia tidak bisa tidur.

Bukan karena suara kendaraan yang masih terdengar dari kejauhan. Bukan pula karena dinginnya udara yang mulai turun menjelang tengah malam.

Pikirannya terus kembali pada retakan di langit.

Retakan itu kini lebih panjang dibandingkan saat pertama kali ia melihatnya.

Perubahannya memang kecil.

Sangat kecil.

Manusia biasa mungkin tidak akan menyadarinya.

Namun bagi seseorang yang pernah menjaga keseimbangan langit selama ribuan tahun, perubahan sekecil apa pun terasa seperti lonceng peringatan yang terus berdentang di dalam kepala.

Ia berdiri di atap sebuah bangunan tua yang tidak lagi digunakan.

Dari tempat itu, sebagian besar kota terlihat jelas.

Lampu kendaraan membentuk garis-garis cahaya yang bergerak tanpa henti. Gedung-gedung menjulang di kejauhan. Sesekali suara sirene terdengar memecah kesunyian malam.

Dunia manusia ternyata tidak pernah benar-benar tidur.

Ia mulai memahami mengapa para manusia tampak selalu lelah.

Namun anehnya, mereka juga terlihat terus berjuang.

Terus bergerak.

Terus berharap.

Bahkan ketika hidup tidak memberi banyak alasan untuk tersenyum.

Perempuan itu mengangkat pandangan ke langit.

Retakan tersebut masih terlihat.

Dan untuk sesaat, ia merasa ada sesuatu yang sedang mengamatinya dari balik celah itu.

Perasaan tersebut begitu kuat hingga membuat bulu kuduknya meremang.

Lalu sesuatu bergerak.

Bukan di langit.

Melainkan di jalanan bawah sana.

Sosok pria tua yang ditemuinya di taman kemarin malam sedang berjalan santai menyusuri trotoar.

Pria itu membawa sapu yang sama.

Langkahnya pelan.

Tetapi tujuannya terlihat jelas.

Seolah ia sedang menuju suatu tempat yang sudah direncanakan sejak lama.

Perempuan itu memutuskan mengikuti.


Langkah pria tua tersebut membawanya ke kawasan kota yang jauh lebih sepi.

Pertokoan sudah tutup.

Lampu jalan berdiri berjajar di sepanjang trotoar.

Hanya ada beberapa kendaraan yang sesekali melintas.

Setelah hampir tiga puluh menit berjalan, pria tua itu akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan tua yang tampak tidak terurus.

Baca Juga:  Tebusan Terakhir Gravitasi: Di Antara Langit Rio dan Lautan Data

Bangunan itu terlihat seperti perpustakaan yang telah lama ditinggalkan.

Jendelanya kusam.

Cat temboknya mengelupas.

Papan namanya hampir tidak bisa dibaca.

Namun yang membuat perempuan itu berhenti adalah sesuatu yang lain.

Simbol di atas pintu masuk.

Simbol berbentuk lingkaran dengan tiga garis yang saling bertaut.

Simbol yang sangat dikenalnya.

Simbol tersebut tidak berasal dari dunia manusia.

Ia pernah melihatnya ribuan tahun lalu.

Di langit.

Jantungnya berdegup lebih cepat.

Bagaimana simbol itu bisa berada di bumi?

Pria tua tersebut membuka pintu dan masuk ke dalam.

Tanpa berpikir panjang, perempuan itu mengikuti.


Bagian dalam bangunan jauh berbeda dibandingkan penampilannya dari luar.

Rak-rak buku tua berdiri memenuhi ruangan.

Lampu kuning redup menerangi lorong-lorong panjang yang dipenuhi debu.

Aroma kertas tua memenuhi udara.

Pria tua itu berjalan menuju bagian belakang.

Kemudian berhenti.

“Aku tahu kau mengikutiku.”

Perempuan itu terdiam.

Pria tua tersebut tidak menoleh.

Namun nada suaranya terdengar tenang.

Seolah ia memang sudah menunggu.

“Aku tidak berniat menyakitimu,” katanya.

“Aku hanya ingin tahu siapa Anda.”

Pria tua itu akhirnya berbalik.

Tatapannya tidak lagi terlihat seperti seorang petugas kebersihan biasa.

Ada sesuatu yang jauh lebih tua di balik matanya.

Sesuatu yang sulit dijelaskan.

“Kau datang untuk mencari jawaban.”

“Apa Anda tahu tentang retakan itu?”

Pria tua tersebut menghela napas panjang.

“Lebih dari yang kau bayangkan.”

Perempuan itu langsung mendekat.

“Apa yang sedang terjadi?”

Pria tua tersebut memandang ke arah rak-rak buku yang memenuhi ruangan.

Kemudian berkata pelan.

“Ketika penjaga langit meninggalkan tempatnya, keseimbangan dunia ikut berubah.”

Perempuan itu membeku.

Untuk pertama kalinya sejak turun ke bumi, seseorang mengucapkan kebenaran yang selama ini berusaha ia sembunyikan.

Pria tua tersebut melanjutkan.

“Masalahnya bukan karena kau pergi.”

“Lalu?”

“Masalahnya adalah sesuatu yang selama ini terkurung mulai menyadari bahwa penjaganya tidak lagi berada di sana.”

Baca Juga:  Bayangan di Bawah Cahaya

Keheningan menyelimuti ruangan.

Perempuan itu merasakan hawa dingin menjalar perlahan.

Sesuatu yang terkurung.

Kalimat tersebut langsung membangkitkan ingatan yang sudah lama ia lupakan.

Ada tempat jauh di luar wilayah para dewa.

Tempat yang bahkan tidak pernah dibicarakan.

Tempat yang disegel jauh sebelum sebagian besar bintang lahir.

Dan hanya sedikit makhluk yang mengetahui keberadaannya.

Mustahil.

Segel itu tidak mungkin rusak.

Namun ekspresi pria tua tersebut mengatakan hal sebaliknya.


Tiba-tiba seluruh lampu di dalam bangunan berkedip.

Sekali.

Dua kali.

Lalu padam.

Ruangan langsung gelap.

Suasana menjadi sunyi.

Terlalu sunyi.

Bahkan suara kendaraan dari luar tidak lagi terdengar.

Perempuan itu langsung berdiri waspada.

Naluri lamanya kembali muncul.

Ada sesuatu yang salah.

Sangat salah.

Dalam kegelapan, terdengar suara gesekan.

Seperti kuku yang menggores permukaan kayu.

Perlahan.

Panjang.

Mengganggu.

Suara itu datang dari salah satu lorong rak buku.

Kemudian muncul lagi dari lorong lain.

Dan lorong berikutnya.

Seolah ada sesuatu yang bergerak mengelilingi mereka.

Pria tua itu tidak terlihat terkejut.

Sebaliknya, ia tampak kecewa.

“Lebih cepat dari perkiraanku.”

“Apa itu?” tanya perempuan tersebut.

 

Pria tua itu tidak langsung menjawab.

Matanya mengarah ke kegelapan.

Kemudian suaranya terdengar jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

“Itu bukan manusia.”

Detik berikutnya, dua mata merah menyala muncul di antara rak buku.

Lalu empat.

Lalu enam.

Lalu puluhan.

Kegelapan di ujung ruangan seperti hidup.

Dan sesuatu mulai keluar darinya.

(Bersambung…)

PREVIEW EPISODE BERIKUTNYA

Makhluk pertama dari balik retakan akhirnya muncul di dunia manusia. Sementara itu, perempuan misterius tersebut mulai menyadari bahwa pria tua penjaga taman bukanlah manusia biasa seperti yang selama ini ia kira.

📚 ️Baca Juga Seputar Ruang Imajinasi

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ruang Imajinasi Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ruang imajinasi — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED