Hidup Tak Seindah yang Kamu Kira: Belajar Menerima Takdir dan Menemukan Ketenangan

Pasartanahtinggi, 10 Juni 2026 – Kehidupan sering kali tidak berjalan sesuai dengan harapan. Impian yang sudah disusun rapi bisa saja berakhir berbeda dari yang direncanakan. Dalam ceramahnya yang berjudul “Hidup Tak Seindah yang Kamu Kira”, Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengajak umat Islam untuk memahami hakikat kehidupan dan menemukan ketenangan melalui keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Beriman kepada Takdir Allah

Salah satu penyebab utama kegelisahan manusia adalah ketidakmampuan menerima kenyataan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana. Padahal dalam Islam, segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala jauh sebelum langit dan bumi diciptakan.

Manusia diperintahkan untuk berusaha dan merencanakan masa depan. Namun hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah. Ketika seseorang menghadapi kegagalan dalam pendidikan, pekerjaan, bisnis, maupun urusan jodoh, ia harus mengingat salah satu rukun iman, yaitu beriman kepada takdir baik dan buruk.

Menurut Ustadz Syafiq, di balik setiap takdir yang tidak sesuai dengan keinginan manusia, terdapat hikmah dan keindahan yang mungkin belum terlihat saat ini. Apa yang dianggap buruk oleh manusia belum tentu buruk di sisi Allah.

Jangan Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Di era media sosial, banyak orang merasa hidupnya kurang beruntung karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Padahal apa yang terlihat di dunia digital sering kali hanya menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang.

Ustadz Syafiq mengingatkan agar tidak terjebak dalam ilusi kebahagiaan yang ditampilkan melalui media sosial, hiburan, maupun iklan. Membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain hanya akan melahirkan rasa iri, kecewa, dan tidak bersyukur.

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam memberikan solusi sederhana namun sangat efektif, yaitu melihat kepada orang yang berada di bawah kita dalam urusan dunia. Dengan cara itu, seseorang akan lebih mudah mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Baca Juga:  7 Doa Nabi Muhammad SAW yang Abadi dalam Al-Quran dan Sarat Makna
Mengingat Kematian Melalui Ziarah Kubur

Kesibukan mengejar dunia sering membuat manusia lupa bahwa kehidupan ini bersifat sementara. Salah satu cara untuk mengingat akhirat adalah dengan berziarah kubur.

Ketika seseorang melihat makam dan menyadari bahwa semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah, ia akan lebih mudah memahami bahwa harta, jabatan, kecantikan, dan popularitas hanyalah titipan sementara.

Mengingat kematian bukan untuk membuat seseorang pesimis, melainkan agar lebih fokus mempersiapkan bekal akhirat serta memiliki sifat qanaah atau merasa cukup terhadap apa yang telah diberikan Allah.

Pernikahan dan Faktor Ekonomi

Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Syafiq menanggapi pertanyaan mengenai tingginya angka perceraian akibat masalah ekonomi. Padahal terdapat janji Allah bahwa pernikahan dapat menjadi jalan datangnya rezeki.

Beliau menjelaskan bahwa janji tersebut memiliki syarat. Pernikahan harus dilandasi niat yang benar, yaitu menjaga kehormatan diri dan menjalankan syariat Allah. Selain itu, pasangan suami istri harus memiliki sifat qanaah serta keimanan yang kuat.

Banyak rumah tangga hancur bukan semata karena kurangnya harta, tetapi karena kurangnya rasa syukur dan ketidakpuasan terhadap keadaan yang dimiliki. Kekayaan sejati bukanlah banyaknya harta, melainkan kekayaan jiwa.

Bahaya Godaan Belanja Online

Fenomena belanja online juga menjadi perhatian dalam kajian tersebut. Ustadz Syafiq mengingatkan agar tidak terlalu sering membuka aplikasi marketplace tanpa kebutuhan yang jelas.

Kebiasaan melihat berbagai barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat memicu keinginan konsumtif dan mengurangi rasa syukur. Ketika seseorang terus melihat apa yang belum dimilikinya, ia akan lupa menghargai apa yang sudah ada di tangannya.

Baca Juga:  Rahasia Takdir dan Doa: Bisakah Hidup Berubah dengan Munajat?

Karena itu, penting untuk membatasi diri dan membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan sesaat.

Melepaskan Masa Lalu dan Percaya pada Takdir

Pertanyaan lain yang dibahas adalah mengenai seseorang yang masih sulit melupakan masa lalu sehingga ragu melangkah menuju pernikahan.

Ustadz Syafiq menyarankan agar seseorang bersikap realistis dan mengambil keputusan yang jelas. Jika orang yang diharapkan memang saleh dan belum menikah, maka tidak ada salahnya melakukan pendekatan secara terhormat melalui keluarga, sebagaimana dicontohkan dalam sejarah Islam.

Namun jika jalan tersebut tidak memungkinkan, maka seseorang harus belajar menerima kenyataan, melepaskan masa lalu, dan kembali ridha terhadap takdir Allah. Terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu hanya akan menghambat kebahagiaan yang mungkin telah Allah siapkan di masa depan.

Kesimpulan

Hidup memang tidak selalu seindah yang dibayangkan. Akan ada kegagalan, kehilangan, dan berbagai ujian yang datang silih berganti. Namun ketenangan sejati dapat ditemukan ketika seseorang beriman kepada takdir Allah, berhenti membandingkan hidup dengan orang lain, memperbanyak mengingat akhirat, serta menumbuhkan rasa syukur dalam setiap keadaan.

Pada akhirnya, kebahagiaan bukanlah tentang memiliki semua yang diinginkan, melainkan tentang mampu menerima dan mensyukuri apa yang telah Allah tetapkan.

( sumber : Https://youtu.be/4ayHzrVU0Fg?si=SSqdm0Mi-thc-J20 | Ustad Syafiq Riza Basalamah )

📚 ️Baca Juga Seputar Ibadah

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ibadah Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ibadah — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED