Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Terungkap Ini Fakta Pentingnya
Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora atau Nus Kei mengguncang publik. Insiden tersebut terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun pada...
Read more
Ledakan hebat mengguncang kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 05.30 WIB, yang diduga disebabkan oleh akumulasi gas di dalam ruangan tertutup. Berikut sejumlah fakta menarik yang berhasil dihimpun:
Ledakan menghancurkan delapan unit rumah di Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir. Empat rumah rusak berat, sisanya mengalami kerusakan ringan. Tembok hancur, genteng terlepas, dan kaca pecah di banyak bangunan.
Tujuh orang mengalami luka dalam peristiwa ini. Tiga di antaranya harus dirawat di rumah sakit dalam kondisi intensif, sementara sisanya menjalani perawatan jalan. Korban termasuk anggota satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan bayi usia 4 bulan.
Hasil olah tempat kejadian perkara oleh Detasemen Gegana, Satuan Brimob Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan dipicu oleh gas yang terakumulasi dalam ruangan tertutup dan kena percikan api. Beberapa barang bukti ditemukan berupa regulator gas yang rusak, tabung gas 12 kg kosong, tuas kompor dalam posisi menyala, dan selang regulator dililit isolasi hitam.
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri ikut turun tangan membawa berbagai barang bukti seperti kompor, tabung gas, selang, regulator, dan benda-benda bekas terbakar. Proses analisis ini diperlukan untuk memastikan penyebab ledakan secara teknis.
Sebanyak 52 jiwa mengungsi akibat ledakan karena rumahnya rusak atau menjadi tidak layak huni. Pemerintah setempat kemudian menyediakan tempat pengungsian di masjid terdekat dan akan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi selama estimasi pengungsian berlangsung.
Beberapa warga sempat mengira ledakan besar itu berasal dari meteor jatuh, terutama karena suara keras terdengar dari atas bangunan dan genteng banyak yang rusak sebelum fenomena asapi atau bau gas tercium. Namun polisi dan petugas forensik menyanggah dugaan tersebut karena tidak ditemukan bukti meteor.
Warga sekitar mengaku terkejut dan panik saat ledakan terjadi. Seorang warga bernama Ana (46) mengatakan suaranya seperti getaran keras yang sangat dekat, telinganya sempat sakit karena debu dan tekanan suara. Tidak ada bau menyengat seperti gas setelah ledakan, menambah misteri awal sebelum hasil forensik ditemukan.
Ledakan terjadi Jumat pagi, 12 September 2025, sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel.
Saat kejadian, sebagian rumah sedang dalam keadaan gelap karena pagi hari, banyak warga terbangun karena bunyi keras. Suara ledakan kemudian disusul getaran kuat hingga genteng rumah banyak yang bocor.
Petugas kepolisian dan Gegana olah TKP segera dilakukan. Puslabfor membawa barang bukti untuk analisis lebih lanjut.
Warga terdampak kehilangan tempat tinggal sementara, sebagian rumah tidak layak pakai lagi sehingga perlu renovasi atau perbaikan besar.
Pemerintah daerah bergerak cepat menyediakan pengungsian, bantuan logistik, kebutuhan pokok seperti makan, minum, dan tempat tidur.
Polri dan instansi terkait memasang garis polisi, mensterilkan lokasi ledakan agar proses penyelidikan berjalan aman dan tertib.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...