Algoritma Baru Instagram Prioritaskan Konten Original, Repost Terancam Penalti

Instagram ubah algoritma dan prioritaskan konten original. Akun yang sering repost kini berisiko terkena penurunan jangkauan.

Instagram ubah algoritma dan prioritaskan konten original

Instagram resmi memperbarui algoritmanya dengan fokus utama pada konten original. Perubahan ini berdampak langsung pada akun yang selama ini mengandalkan repost atau unggahan ulang, karena jangkauan kontennya berpotensi menurun drastis.

Menurut informasi dari akun resmi kreator Instagram, konten original kini dianggap sebagai “jantung” platform. Artinya, konten yang dibuat sendiri oleh kreator akan mendapatkan distribusi lebih luas, termasuk peluang tampil di halaman Explore dan kanal rekomendasi lainnya.

Sebaliknya, akun yang sering melakukan repost tanpa tambahan nilai kreatif akan dikenai penalti. Bentuknya berupa penurunan reach atau jangkauan konten, sehingga lebih sulit menjangkau audiens baru.

Berdasarkan penjelasan yang dihimpun, Instagram akan menilai pola unggahan dalam periode 30 hari terakhir. Jika mayoritas konten berupa repost, akun tersebut berpotensi dikategorikan sebagai akun aggregator.

Namun, bukan berarti semua repost dilarang. Instagram masih memberikan ruang bagi kreator untuk menggunakan konten pihak lain, selama ada nilai tambah yang signifikan.

Panduan Konten Original dan Repost Menurut Instagram

Agar tidak terkena penalti, kreator perlu memahami perbedaan antara konten original dan repost yang dianggap tidak memiliki nilai tambah.

Konten yang dianggap original antara lain:

  • Konten foto atau video yang dibuat sendiri oleh kreator
  • Konten yang mencerminkan gaya dan perspektif personal
  • Konten dari pihak lain yang diolah ulang dengan tambahan insight atau storytelling
  • Caption yang memberikan informasi baru atau sudut pandang berbeda
  • Editing, grafis, atau narasi yang meningkatkan kualitas konten
  • Overlay teks yang memberi konteks atau hiburan tambahan

Sementara itu, konten yang tidak dianggap original meliputi:

  • Repost tanpa tambahan nilai kreatif
  • Caption yang hanya mengulang isi konten
  • Penambahan watermark atau kredit tanpa perubahan berarti
  • Subtitle yang hanya menyalin audio
  • Penambahan stiker atau GIF tanpa konteks
  • Teks overlay yang hanya menjelaskan visual yang sudah jelas

Menurut panduan tersebut, kreator tetap bisa membagikan konten orang lain dengan cara yang lebih aman, seperti menggunakan fitur resmi Instagram. Misalnya melalui collab, remix, atau share ke story.

Cara ini dinilai lebih adil karena tetap memberikan atribusi kepada kreator asli sekaligus menghindari penalti dari algoritma.

Perubahan algoritma ini menegaskan arah baru Instagram yang ingin mendorong kreativitas dan orisinalitas. Bagi kreator, strategi konten kini harus lebih fokus pada ide dan eksekusi yang unik, bukan sekadar mengandalkan repost untuk menarik perhatian.

Referensi:
Kompas

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED