KDM Datangi Rumah Duka Karyawati KompasTV Korban Tabrakan KRL di Bekasi
Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhynna, karyawati KompasTV yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan...
Read more
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY angkat bicara terkait posisi gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line setelah insiden kecelakaan di Bekasi Timur. Pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama menyangkut aspek keselamatan penumpang.
Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, kejadian tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh menjadi peristiwa yang tidak biasa. Ia menyoroti fakta bahwa gerbong khusus wanita yang selama ini dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan justru berada di posisi paling rentan saat insiden terjadi.
“Iya, artinya memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru. Gerbong yang seharusnya memberikan rasa aman bagi penumpang perempuan justru menghadapi risiko paling tinggi dalam situasi tertentu.
“Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi,” lanjutnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, kecelakaan bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85 di wilayah Bulak Kapal. Saat itu, rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper kendaraan taksi di perlintasan, sehingga harus dihentikan dan dievakuasi.
Akibat gangguan tersebut, rangkaian KRL kemudian dijalankan sebagai perjalanan luar biasa dengan kode 5181. Dalam proses penanganan, petugas juga menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode 5568 di Stasiun Bekasi Timur.
Situasi menjadi semakin kompleks ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti secara penuh dan akhirnya bertabrakan dengan rangkaian KRL yang sedang berhenti di jalur tersebut.
Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, evaluasi tidak hanya akan fokus pada posisi gerbong wanita, tetapi juga menyasar sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.
“Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun,” tegas Agus Harimurti Yudhoyono.
Ia menambahkan bahwa perbaikan sistem transportasi harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memastikan prinsip safety first benar-benar diterapkan di lapangan, bukan sekadar jargon.
Langkah evaluasi ini diharapkan mencakup berbagai aspek, mulai dari desain rangkaian kereta, manajemen operasional, hingga sistem pengamanan di perlintasan sebidang. Pemerintah juga akan mengkaji kemungkinan penyesuaian posisi gerbong untuk meminimalkan risiko pada kondisi tertentu.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...