Gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL Commuter Line yang terlibat kecelakaan dengan kereta jarak jauh Argo Bromo di Bekasi Timur akhirnya berhasil dievakuasi dari jalur rel. Proses pemindahan dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi gerbong yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pantauan di lokasi pada Rabu pagi menunjukkan gerbong tersebut kini berada di tepi rel dengan posisi berbaring. Seluruh badan gerbong ditutup terpal berwarna biru yang diikat menggunakan tali putih. Meski tertutup, sebagian struktur gerbong masih terlihat, termasuk bagian yang rusak akibat benturan.
Kerusakan paling parah tampak di bagian belakang gerbong, yang menjadi titik utama tabrakan dengan kereta Argo Bromo. Selain itu, sejumlah sisa material seperti pecahan komponen dan bagian AC masih berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Untuk menjaga keamanan, area di sekitar gerbong dipasangi garis pembatas dan penyangga dari bambu. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mendekati lokasi yang masih dalam proses penanganan.
Layanan KRL Masih Dibatasi Hingga Stasiun Bekasi
Proses evakuasi yang masih berlangsung turut berdampak pada operasional perjalanan KRL di lintas Bekasi. Berdasarkan data dari pihak operator, layanan KRL untuk sementara waktu hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.
Menurut Anne Purba selaku Vice President Corporate Communication, fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi. “Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” kata Anne.
Ia juga menyampaikan bahwa pembatasan layanan ini bersifat sementara. Seiring perkembangan proses penanganan di lapangan, jalur Bekasi hingga Cikarang ditargetkan dapat kembali normal secara bertahap pada siang hari.
Selain proses evakuasi, perhatian juga tertuju pada dampak kecelakaan yang cukup serius. Berdasarkan data terbaru hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Kecelakaan ini menjadi salah satu peristiwa besar yang berdampak pada operasional transportasi massal di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Upaya pemulihan jalur serta layanan menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Referensi:
Detik