Ketegangan Memanas AS dan Iran Saling Serang di Forum PBB Soal Nuklir
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat di forum internasional. Kali ini, perselisihan terjadi dalam rapat Perserikatan Bangsa Bangsa...
Read more
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Usulan tersebut disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.
Berdasarkan laporan dari media internasional yang dikutip sejumlah sumber, Trump telah menerima penjelasan mengenai proposal tersebut dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin 27 April 2026. Namun hingga kini, belum ada kejelasan detail mengenai alasan utama ketidakpuasan tersebut.
Menurut sejumlah pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut, proposal Iran memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat Amerika Serikat mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Namun, dalam proposal tersebut tidak dibahas secara langsung mengenai isu utama yang selama ini menjadi perhatian Washington, yaitu program nuklir Iran.
Situasi ini menjadi sorotan karena Amerika Serikat selama ini menuntut Iran untuk menghentikan pengayaan uranium serta memindahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. Hingga saat ini, tuntutan tersebut belum dipenuhi oleh Teheran.
Menurut seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, menerima proposal Iran berpotensi melemahkan posisi tawar Washington. Hal ini karena blokade laut merupakan salah satu instrumen penting dalam negosiasi.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan melakukan negosiasi melalui media dan tetap berpegang pada prinsip yang telah ditetapkan.
“Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers. Kami telah menjelaskan dengan jelas mengenai batasan kami dan presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia,” kata Olivia Wales.
Menurut laporan tambahan dari media internasional, proposal Iran juga mencakup usulan perpanjangan gencatan senjata dalam jangka panjang atau permanen. Namun, pembahasan mengenai program nuklir baru akan dilakukan setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan blokade laut dicabut.
Skema tersebut dinilai berisiko oleh pihak Amerika Serikat. Jika disetujui, Washington harus melepaskan salah satu alat tekanan utama sebelum mendapatkan kepastian terkait isu nuklir.
Di sisi lain, Iran tetap bersikeras bahwa program pengayaan uranium yang mereka jalankan bertujuan untuk kepentingan sipil dan merupakan hak yang dilindungi oleh hukum internasional. Teheran juga menolak tuntutan untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi jalan terjal, terutama karena perbedaan kepentingan yang mendasar terkait keamanan dan kedaulatan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Usulan tersebut...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat di forum internasional. Kali ini, perselisihan terjadi dalam rapat Perserikatan Bangsa Bangsa...