Ketegangan Memanas Menhan Israel Instruksikan Hancurkan Rumah Terkait Hizbullah

Israel perintahkan militer gunakan kekuatan penuh di Lebanon dan hancurkan rumah yang diduga jadi basis Hizbullah. (Foto: Sebastian Scheiner/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights)

Israel perintahkan militer gunakan kekuatan penuh di Lebanon dan hancurkan rumah yang diduga jadi basis Hizbullah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah pemerintah Israel menginstruksikan operasi militer dengan kekuatan penuh di wilayah Lebanon. Langkah ini diambil meskipun gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah masih berlangsung.

Menurut Israel Katz, dirinya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan instruksi tegas kepada militer untuk bertindak tanpa kompromi terhadap ancaman yang ada.

“Untuk bertindak dengan kekuatan penuh, baik di darat maupun dari udara, termasuk selama gencatan senjata, untuk melindungi tentara kita di Lebanon dari ancaman apa pun,” kata Israel Katz.

Instruksi tersebut juga mencakup penghancuran bangunan yang dianggap berbahaya, termasuk rumah dan infrastruktur yang diduga digunakan sebagai basis operasi Hizbullah. Selain itu, jalan-jalan yang dicurigai dipasangi ranjau juga menjadi target operasi militer.

Warga Kembali di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Berdasarkan laporan lapangan, sebagian warga sipil mulai kembali ke wilayah selatan Lebanon setelah gencatan senjata diberlakukan. Namun, tidak sedikit yang masih ragu terhadap stabilitas situasi keamanan.

Menurut laporan AFP, warga di sejumlah desa terlihat memeriksa kondisi rumah mereka yang rusak akibat konflik sebelumnya. Di wilayah seperti Dibbine dan Srifa, aktivitas masyarakat mulai terlihat meski di tengah puing-puing bangunan yang hancur.

Di sisi lain, ada juga warga yang memilih meninggalkan wilayah selatan setelah mengambil barang-barang penting dari rumah mereka. Hal ini menunjukkan situasi yang masih belum sepenuhnya aman.

Berdasarkan data dari Kantor Berita Nasional Lebanon, penghancuran bangunan masih terjadi di beberapa wilayah. Disebutkan bahwa pasukan Israel terus meratakan sisa-sisa rumah di daerah seperti Bint Jbeil.

Selain itu, operasi militer juga dilaporkan berlangsung di wilayah perbatasan lain seperti Mais al Jabal dan Deir Seryan, termasuk aktivitas penyapuan dan peledakan. Sementara itu, wilayah Kunin dilaporkan menjadi sasaran penembakan artileri.

Langkah militer Israel juga mencakup penetapan batas wilayah yang disebut sebagai “Garis Kuning” di Lebanon selatan. Kebijakan ini disebut mirip dengan garis pemisah yang sebelumnya diterapkan di Gaza untuk membedakan area yang dikuasai militer dengan wilayah lain.

Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun gencatan senjata telah disepakati, kondisi di lapangan masih jauh dari stabil. Operasi militer yang terus berlangsung serta ketidakpastian keamanan membuat warga sipil berada dalam posisi yang rentan.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED