Trump Sebut Kesepakatan Damai AS Iran Kian Dekat Menuju Final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini...
Read more
Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran kembali menuai perhatian. Ia mengklaim lebih dari 42.000 warga sipil tewas dalam aksi protes yang berlangsung pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Klaim tersebut disampaikan Trump melalui media sosialnya saat menanggapi kritik dari pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, terkait konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Bisa tidak beri tahu Paus Leo Iran sudah membunuh setidaknya 42.000 warga tak bersalah dan tak bersenjata dalam dua bulan terakhir,” kata Trump.
Namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai sumber data yang digunakan Trump. Bahkan sebelumnya, ia sempat menyebut angka yang lebih tinggi, yakni sekitar 45.000 korban tewas, yang juga tidak dapat diverifikasi oleh lembaga independen mana pun.
Jika dibandingkan dengan berbagai laporan resmi dan lembaga pemantau, angka yang disampaikan Trump terlihat jauh berbeda. Berdasarkan data dari Human Right Activist News Agency, jumlah korban tewas selama demonstrasi di Iran mencapai sekitar 3.766 jiwa.
Sementara itu, lembaga pemantau lain yang berbasis di Norwegia, Iran Human Rights, melaporkan angka korban sekitar 3.428 jiwa. Kedua lembaga tersebut dikenal aktif memantau situasi hak asasi manusia di Iran.
Di sisi lain, pemerintah Iran sendiri menyebut jumlah korban tewas sekitar 5.000 orang. Menurut seorang pejabat Iran yang dikutip Reuters, angka tersebut termasuk sekitar 500 personel keamanan.
Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas terjadi akibat bentrokan di wilayah kurdi di bagian barat laut Iran. Ia menyalahkan kelompok bersenjata sebagai penyebab jatuhnya korban sipil.
Pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, juga pernah menyebut bahwa ribuan orang tewas dalam gelombang demonstrasi tersebut. Ia menuding keterlibatan pihak luar sebagai pemicu kerusuhan.
“Mereka yang terkait AS dan Israel menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang,” kata Khamenei.
Perbedaan angka ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan antara klaim politik dan data yang dihimpun oleh berbagai lembaga. Hingga kini, tidak ada satu pun sumber independen yang mendukung klaim angka puluhan ribu korban seperti yang disampaikan Trump.
Klaim tersebut sebelumnya juga menjadi salah satu alasan yang digunakan dalam pembenaran serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi pelecehan terhadap karyawati toko ponsel di kawasan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, yang...
Fenomena weekend warrior, yaitu orang yang hanya berolahraga berat di akhir pekan, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap...