Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Aktivis Andrie Yunus akhirnya menyampaikan pernyataan publik untuk pertama kalinya setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh pihak tak dikenal. Pernyataan tersebut dibagikan melalui akun Instagram @kontras_update pada Kamis, 2 April 2026.
Dalam video yang direkam sehari sebelumnya, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang ia terima dari berbagai kalangan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap kuat menghadapi situasi sulit yang tengah dialaminya.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian,” kata Andrie Yunus dalam pernyataan tersebut.
Ia juga menambahkan semangat perjuangan dengan kalimat, “A luta continua! Panjang umur perjuangan!”
Menurut informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut, saat ini Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU). Kunjungan terhadap dirinya dibatasi oleh pihak keluarga, kuasa hukum, dan rumah sakit guna menjaga kondisi kesehatannya.
View this post on Instagram
Berdasarkan data dari pihak terkait, insiden penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Saat itu, Andrie Yunus baru saja menghadiri sebuah acara siniar bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Menurut Dimas Bagus Arya selaku Koordinator KontraS, serangan dilakukan oleh orang tak dikenal dan menyebabkan luka serius pada tubuh korban.
“Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, kedua tangan, dan mata,” kata Dimas Bagus Arya.
Tak lama setelah kejadian, aparat bergerak melakukan penyelidikan. Dalam waktu kurang dari satu pekan, Pusat Polisi Militer TNI berhasil mengamankan empat anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Keempat anggota tersebut masing-masing berinisial NDP berpangkat kapten, SL dan BHW berpangkat letnan satu, serta ES berpangkat sersan dua. Mereka diketahui bertugas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis TNI.
Selain itu, pihak kepolisian juga sempat mengungkap dua terduga pelaku lainnya berinisial BHC dan MAK. Namun, berdasarkan perkembangan penyelidikan, tidak ditemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.
Penanganan perkara kemudian dilimpahkan sepenuhnya kepada pihak militer setelah adanya indikasi kuat keterlibatan anggota TNI.
Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Aulia Dwi Nasrullah, keempat tersangka telah resmi ditahan sejak 18 Maret 2026 di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur.
“Para tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan dan proses hukum akan dilakukan secara terbuka serta profesional,” kata Aulia Dwi Nasrullah.
Hingga awal April 2026 atau sekitar tiga pekan sejak kejadian, motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih belum terungkap. Proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap latar belakang serangan tersebut secara menyeluruh.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...