Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Laut Jember, Getarannya Terasa hingga Bali
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut tenggara Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore, 26 Mei 2026. Getaran gempa tidak hanya...
Read more
Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat frekuensi gempa susulan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
Berdasarkan data dari BMKG, hingga Kamis 2 April 2026 pukul 12.00 WIB, telah terjadi 93 gempa susulan sejak gempa utama terjadi.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, seluruh aktivitas tersebut masih dalam pemantauan intensif oleh pihaknya.
“Ini adalah hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 itu telah terjadi 93 aktivitas gempa susulan,” kata Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta Timur.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari magnitudo 2,8 hingga mencapai magnitudo 5,8. Dari puluhan gempa tersebut, beberapa di antaranya juga dirasakan oleh masyarakat.
“Dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8. Dan gempa ini yang dirasakan sebanyak 7 gempa. Ini adalah frekuensi yang terus kita pantau,” ujarnya.
Menurut penjelasan BMKG, fenomena gempa susulan merupakan hal yang wajar terjadi setelah gempa utama dengan kekuatan besar. Namun demikian, intensitas dan durasi gempa susulan bisa berbeda-beda tergantung kondisi geologi di wilayah terdampak.
Faisal juga mengungkapkan bahwa tren aktivitas gempa susulan baru dapat dianalisis secara lebih jelas setelah satu hingga dua hari pasca kejadian utama.
“Biasanya setelah 1 atau 2 hari trennya nanti akan kita pelajari apakah dapat berakhir dalam 1 minggu, kadang-kadang 2 minggu. Ini tergantung situasi di sana,” jelasnya.
BMKG menegaskan bahwa potensi gempa susulan masih tetap ada dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya getaran lanjutan.
Selain itu, Faisal mengingatkan bahwa dalam beberapa kasus, gempa susulan bisa memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan gempa utama. Hal ini pernah terjadi pada peristiwa gempa di Palu, di mana aftershock justru lebih kuat.
“Kita perlu berhati-hati beberapa gempa seperti termasuk di Palu itu mainshock-nya itu lebih kecil dari aftershock-nya. Nah aftershock-nya lebih besar daripada gempa yang datang pertama. Ini terus kami pantau di kantor BMKG Multi-Hazard Early Warning System di Kemayoran,” kata Faisal.
Pemantauan aktivitas gempa saat ini terus dilakukan secara real time oleh BMKG melalui sistem peringatan dini multi bahaya untuk memastikan informasi terbaru dapat segera disampaikan kepada masyarakat.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...