Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu agar Kolesterol Tetap Terkontrol
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena praktis diolah dan kaya nutrisi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi,...
Read more
Dalam sebuah hubungan, tidak semua sikap dingin atau menjaga jarak berarti seseorang tidak peduli. Ada kondisi psikologis yang dikenal sebagai avoidant attachment, yang sering kali disalahartikan sebagai sikap cuek.
Berdasarkan penjelasan dari Simply Psychology, avoidant attachment menggambarkan seseorang yang memiliki ketakutan tinggi terhadap penolakan, kritik, atau rasa malu. Ketakutan ini membuat mereka cenderung menghindari kedekatan emosional, bahkan saat sebenarnya menginginkan hubungan yang dekat.
Pakar hubungan Stan Tatkin menggambarkan tipe ini seperti sebuah pulau. “Terlihat kuat dan mandiri tetapi terpisah dari lingkungan sekitarnya,” kata Stan Tatkin. Analogi ini menjelaskan bagaimana individu avoidant tampak tidak membutuhkan orang lain, meski tetap memiliki kebutuhan emosional.
Memahami pola ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam hubungan. Berikut beberapa ciri umum yang sering muncul, merujuk pada berbagai sumber psikologi hubungan.
Terbiasa mengandalkan diri sendiri
Orang dengan avoidant attachment sangat menjunjung tinggi kemandirian. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah sendiri, termasuk dalam hal emosional. Dalam hubungan, hal ini membuat mereka sulit membuka diri atau meminta bantuan. Akibatnya, pasangan bisa merasa tidak dibutuhkan.
Membatasi kedekatan emosional
Meski tetap menjalin hubungan, mereka cenderung menjaga jarak dalam hal emosional. Ekspresi seperti rasa rindu, takut kehilangan, atau kesedihan sering ditekan. Hal ini membuat hubungan terasa kurang terbuka bagi pasangan yang menginginkan kedekatan lebih dalam.
Takut berkomitmen
Komitmen sering dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan. Ketika hubungan mulai serius, orang dengan pola ini bisa merasa tidak nyaman. Mereka mungkin mencari alasan untuk menciptakan jarak, seperti fokus pada kekurangan pasangan atau meragukan hubungan itu sendiri.
Tidak suka dikontrol
Menurut penjelasan dalam kajian hubungan, orang avoidant sangat sensitif terhadap hal yang dianggap membatasi kebebasan. Permintaan sederhana seperti ingin lebih sering bertemu bisa dianggap sebagai bentuk kontrol. Responsnya biasanya berupa menarik diri atau menghindari komunikasi.
Menghindari konflik
Alih-alih menghadapi masalah secara terbuka, mereka cenderung menghindar. Sikap ini sering disalahartikan sebagai tidak peduli. Padahal, menurut para ahli, ini merupakan bentuk perlindungan diri dari situasi yang dianggap tidak nyaman secara emosional.
Berdasarkan penjelasan tersebut, avoidant attachment bukan berarti seseorang tidak mampu mencintai. Dengan kesadaran diri dan komunikasi yang terbuka, pola ini dapat dikelola sehingga hubungan tetap bisa berjalan dengan sehat dan seimbang.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging kambing yang melimpah di rumah. Tapi jujur saja, kadang banyak orang...
Siapa yang langsung lapar hanya dengan membayangkan aroma tumisan babat yang pedas, manis, dan wangi kecap? Buat pecinta jeroan, babat...