Pejabat Militer Iran Kembali Tewas, Serangan Israel Picu Ketegangan Baru

Komandan IRGC Alireza Tangsiri dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Iran, memperparah konflik Timur Tengah yang terus memanas. (Foto: Dok. Al Arabiya)

Komandan IRGC Alireza Tangsiri dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Iran, memperparah konflik Timur Tengah yang terus memanas

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas setelah seorang pejabat tinggi militer Iran dilaporkan tewas dalam serangan terbaru. Sosok yang gugur disebut sebagai Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri.

Menurut laporan yang dikutip dari media internasional, seorang pejabat Israel menyebut bahwa Tangsiri tewas dalam serangan yang terjadi di Bandar Abbas, wilayah strategis di Iran. Pejabat tersebut juga mengklaim bahwa Tangsiri memiliki peran penting dalam kebijakan penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun militer Israel terkait kabar tersebut. Jika dikonfirmasi, kematian Tangsiri akan menjadi salah satu kehilangan besar bagi Iran dalam konflik yang terus berlangsung.

Berdasarkan informasi yang beredar, konflik ini bermula sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Serangan awal tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan memicu perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Serangan Balasan Iran dan Dampak ke Wilayah Israel

Sejak saat itu, Iran terus melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah. Target serangan tidak hanya Israel, tetapi juga negara-negara di kawasan Teluk yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat.

Negara-negara tersebut diketahui telah menyatakan tidak terlibat dalam konflik dan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran. Meski begitu, dampak serangan tetap dirasakan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, wilayah Israel juga menjadi sasaran serangan balasan Iran dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan keterangan dari layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), serangan terbaru menyebabkan sejumlah korban luka.

Petugas memberikan perawatan kepada enam orang yang mengalami luka ringan akibat ledakan,” kata juru bicara MDA.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, termasuk di kota Kafr Qassem di Israel tengah. Wali Kota setempat menyebut kerusakan tersebut diduga akibat amunisi kluster.

Militer Israel dalam beberapa pernyataan terpisah menyebut telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran. Sistem pertahanan udara pun diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.

Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman,” demikian pernyataan militer Israel.

Sirene serangan udara terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Yerusalem dan kawasan permukiman di Tepi Barat. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Tel Aviv setelah peringatan dikeluarkan.

Selain itu, posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz tetap menjadi faktor penting dalam konflik ini. Jalur tersebut diketahui dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia, sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi berdampak luas terhadap ekonomi global.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik Iran dan Israel tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga meluas ke kawasan yang lebih besar dengan risiko yang terus meningkat.

Referensi:
detikcom

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉

Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED