Perjalanan Jeje Adriel Hadapi Kanker Limfoma Hodgkin Stadium Dua
Kisah seorang pemuda asal Jakarta Utara bernama Jeje Adriel menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan dirinya mengidap kanker limfoma Hodgkin stadium...
Read more
Penyakit ginjal selama ini sering dianggap hanya menyerang kelompok lanjut usia. Namun kondisi tersebut kini mulai berubah. Gangguan ginjal juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda, bahkan dapat berkembang menjadi gagal ginjal jika tidak terdeteksi sejak dini.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, kasus gagal ginjal pada usia muda umumnya disebabkan oleh peradangan pada ginjal yang tidak terdeteksi sejak awal.
Masalahnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala fisik yang jelas pada tahap awal sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
“Yang di muda-muda sudah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit peradangan ginjal, karena nggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena nggak ada gejala,” kata Dr. Pringgodigdo Nugroho, Ketua Umum PB PERNEFRI, saat ditemui di Jakarta Pusat.
Karena minim gejala, pemeriksaan medis menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi kesehatan ginjal secara akurat.
Meski sering tidak menunjukkan gejala jelas, ada beberapa tanda yang bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada ginjal. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan pada urine.
Menurut Dr. Pringgodigdo, urine yang berbusa dapat menjadi indikasi adanya kandungan protein atau albumin yang tinggi dalam urine. Kondisi ini biasanya menandakan adanya kebocoran pada ginjal.
Selain itu, perubahan warna urine menjadi kemerahan juga perlu diwaspadai. Warna tersebut dapat menandakan adanya sel darah merah di dalam urine.
“Kalau sudah berbusa, berwarna, itu sudah tinggi berarti kadar kebocorannya. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya,” jelasnya.
Karena tanda awal sering tidak terasa, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan urine secara rutin, setidaknya satu kali dalam setahun.
Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan ginjal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Selain pemeriksaan kesehatan, pola hidup dan pola makan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ginjal.
Menurut Dr. Pringgodigdo, konsumsi makanan dengan kalori tinggi seperti makanan manis dapat meningkatkan risiko obesitas. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit metabolik seperti diabetes yang berpotensi merusak fungsi ginjal.
“Itu harus dihindari. Misalnya mengonsumsi yang manis-manis kan kalorinya tinggi. Nah, secara tidak langsung bisa melalui diabetes juga bisa,” ujarnya.
Selain itu, konsumsi makanan instan yang tinggi garam juga dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama merupakan salah satu faktor yang dapat merusak fungsi ginjal.
Gaya hidup yang kurang aktif juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit ginjal.
Menurut Dr. Pringgodigdo, kebiasaan masyarakat yang semakin jarang bergerak membuat pembakaran kalori menjadi tidak optimal.
“Sekarang ke mana-mana yang deket harus naik motor, padahal kan bisa jalan kaki. Jalan itu kan membantu membakar kalori,” pungkasnya.
Dengan menjaga pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko gangguan ginjal pada usia muda dapat ditekan sejak dini.
Referensi:
DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perilaku manipulatif sering muncul secara halus dan sulit dikenali, bahkan dalam hubungan sehari hari. Tanpa disadari, seseorang bisa terjebak dalam...
Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup dilakukan hanya pada momen tertentu, tetapi perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Perubahan pola makan, aktivitas fisik...