Cara Tepat Minum Saat Sahur Agar Tidak Mudah Haus Saat Puasa

Puasa seharian bisa memicu dehidrasi jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi. Ketahui takaran minum air saat sahur agar tidak mudah haus selama puasa. (Foto: iStock)

Puasa seharian bisa memicu dehidrasi jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi

Selama bulan Ramadan, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Kondisi ini membuat tubuh berisiko mengalami dehidrasi, terutama jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik saat sahur dan berbuka.

Karena itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi hal penting agar puasa tetap lancar tanpa rasa haus berlebihan.

Menurut Johanes C Chandrawinata, dokter spesialis gizi klinik, salah satu cara paling sederhana untuk menjaga hidrasi tubuh adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur.

“Jangan lupa air, yang dianjurkan itu yang tanpa kalori seperti putih. Jadi dua gelas saat sahur, nanti lanjut minum air pada saat buka puasa,” kata dr Johanes C Chandrawinata, SpGK.

Ia menjelaskan bahwa sekitar dua gelas air putih saat sahur dapat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan selama menjalani puasa.

Air putih sebaiknya diminum setelah mengonsumsi makanan utama saat sahur. Cara ini membantu proses pencernaan sekaligus memastikan tubuh memiliki cadangan cairan sebelum memulai puasa.

Tips Menjaga Cairan Tubuh Agar Tidak Cepat Haus Saat Puasa

Selain minum air putih dengan cukup, ada beberapa cara lain yang dapat membantu menjaga cairan tubuh selama puasa.

Pilih minuman tanpa kalori
Menurut dr Johanes, air putih adalah pilihan terbaik karena tidak mengandung kalori dan tidak memicu dehidrasi.

Minuman manis atau minuman berkafein sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh.

Teh masih boleh diminum saat sahur
Minum teh saat sahur masih diperbolehkan, tetapi harus diperhatikan cara penyajiannya.

Teh sebaiknya tidak terlalu manis dan tidak terlalu kental. Hal ini karena teh yang terlalu pekat mengandung kafein lebih tinggi.

Kafein memiliki sifat diuretik, yaitu dapat merangsang produksi urine sehingga seseorang menjadi lebih sering buang air kecil. Jika hal ini terjadi, tubuh justru bisa kehilangan cairan lebih cepat.

Tambahkan buah dalam menu sahur
Selain dari minuman, cairan tubuh juga bisa diperoleh dari makanan yang mengandung air tinggi seperti buah-buahan.

Menurut dr Johanes, konsumsi buah sangat dianjurkan saat sahur karena tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan cairan tetapi juga menyediakan serat yang penting bagi pencernaan.

“Selama puasa sering ada keluhan susah buang air besar. Nah, jadi jangan lupa harus ada buah-buahan pada saat makan. Minimal kalau bisa sehari dua kali,” ujar dr Johanes.

Buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, dan pepaya dikenal memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.

Selain itu, serat dari buah juga membantu melancarkan pencernaan, yang sering menjadi keluhan saat menjalani puasa.

Menjaga pola makan yang seimbang saat sahur, mengonsumsi air putih secukupnya, serta menambahkan buah dalam menu sahur dapat membantu tubuh tetap segar selama berpuasa sepanjang hari.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Tips

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED