Perjalanan Jeje Adriel Hadapi Kanker Limfoma Hodgkin Stadium Dua
Kisah seorang pemuda asal Jakarta Utara bernama Jeje Adriel menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan dirinya mengidap kanker limfoma Hodgkin stadium...
Read more
Lonjakan kasus campak di Indonesia menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penyakit yang selama ini dikenal sebagai penyakit anak-anak itu ternyata memiliki tingkat penularan sangat tinggi, bahkan disebut lebih cepat menyebar dibandingkan Covid-19.
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam kejadian luar biasa atau KLB campak. Lonjakan kasus tercatat signifikan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Menurut data yang dikutip dari laporan organisasi kesehatan global, berikut negara dengan jumlah kasus campak tertinggi dalam enam bulan terakhir:
Yaman: 11.288 kasus
Indonesia: 10.744 kasus
India: 9.666 kasus
Pakistan: 7.361 kasus
Angola: 4.843 kasus
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyebaran campak masih menjadi ancaman serius di banyak negara, terutama di wilayah dengan cakupan vaksinasi yang belum merata.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan. Ia menyebut virus campak memiliki tingkat penularan paling tinggi dibanding penyakit menular lain yang pernah menjadi wabah global.
Menurut Budi, ukuran penularan penyakit biasanya dihitung menggunakan reproduction rate atau angka reproduksi virus.
“Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu Covid-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke dua atau ke tiga. Campak itu satu orang bisa nularin ke 18,” kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Artinya, satu penderita campak dapat menularkan virus hingga 18 orang di sekitarnya jika mereka tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa campak sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui vaksinasi.
“Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” ujar Budi.
Menurut data dari UNICEF, campak termasuk penyakit yang sangat berbahaya bagi anak-anak, khususnya mereka yang berusia di bawah lima tahun, tidak mendapatkan vaksin, atau mengalami kekurangan gizi.
Organisasi tersebut mencatat sekitar 136.000 orang meninggal setiap tahun akibat campak, dan sebagian besar korbannya adalah anak-anak.
Selain gejala umum seperti demam, batuk, dan ruam merah di kulit, virus campak juga memiliki dampak serius terhadap sistem kekebalan tubuh.
Salah satu efek yang paling berbahaya adalah kondisi yang dikenal sebagai immune amnesia atau amnesia imun. Dalam kondisi ini, virus campak dapat menghapus sebagian memori sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit yang sebelumnya pernah dilawan.
Para peneliti menemukan bahwa virus campak dapat menghilangkan hingga 30 persen memori kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi lain selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah sembuh dari campak.
Selain itu, penyakit ini juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
Pneumonia
Infeksi paru-paru ini menjadi penyebab kematian paling umum pada penderita campak.
Ensefalitis
Peradangan pada otak yang dapat menyebabkan koma, kerusakan otak permanen, hingga kematian.
SSPE atau Subacute Sclerosing Panencephalitis
Komplikasi langka namun sangat mematikan. Virus campak dapat tetap berada di tubuh selama enam hingga delapan tahun sebelum menyerang sistem saraf. Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan kemampuan bergerak, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga kematian.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa tidak ada obat untuk SSPE, sehingga satu-satunya cara mencegahnya adalah dengan menghindari infeksi campak sejak awal melalui vaksinasi.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabel charger sering kali menjadi perangkat yang kurang mendapat perhatian dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, fungsinya sangat penting untuk menjaga daya...
Banyak pengguna mengira bahwa saat HP Android mulai lemot, satu-satunya solusi adalah mengganti perangkat baru. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya...