Gempa Dangkal M 4,8 Guncang Laut Jember, Getarannya Terasa hingga Bali
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut tenggara Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore, 26 Mei 2026. Getaran gempa tidak hanya...
Read more
Penutupan Selat Hormuz akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi. Jalur laut tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Namun Indonesia disebut tidak terlalu bergantung pada pasokan minyak dan gas bumi dari kawasan Timur Tengah. Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa Indonesia memiliki sejumlah alternatif sumber impor energi.
Menurut Eddy Soeparno, Indonesia hanya mengambil sebagian kecil kebutuhan migas dari kawasan Timur Tengah.
“Saat ini Indonesia mengambil hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan migasnya dari Timur Tengah. Sisanya diambil dari Nigeria, Angola, Brazil, bahkan Australia,” kata Eddy Soeparno saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk tidak sebesar yang dibayangkan sebagian pihak.
Selain negara-negara tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan impor energi dari Amerika Serikat untuk menutup potensi kekurangan pasokan yang mungkin terjadi akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Menurut Eddy, langkah ini merupakan opsi yang wajar dalam menjaga stabilitas energi nasional.
“Sekarang Indonesia akan mengambil dari Amerika untuk menutupi kekurangan yang mungkin kita dapatkan karena penutupan Selat Hormuz. Jadi saya kira opsi untuk membuka pengambilan atau impor BBM dari Amerika Serikat merupakan opsi yang sangat lazim,” ujar Eddy Soeparno.
Ia menambahkan bahwa kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat juga dapat mempermudah langkah tersebut. Kedua negara disebut telah menandatangani kesepakatan perdagangan baru yang memungkinkan kerja sama energi lebih luas.
Meski pasokan alternatif tersedia, Eddy menyoroti persoalan lain yang dinilai lebih mendesak, yaitu cadangan strategis migas nasional.
Menurutnya, cadangan energi Indonesia saat ini hanya mampu bertahan sekitar 20 hari. Kondisi ini dinilai cukup rentan apabila terjadi gangguan pasokan energi secara total.
“Yang menjadi permasalahan adalah terkait cadangan strategis nasional migas yang memang 20 hari usianya,” kata Eddy.
Ia menjelaskan bahwa selama pasokan energi dari luar negeri masih tersedia, kondisi tersebut tidak akan menjadi masalah besar. Namun situasi dapat berubah jika terjadi skenario terburuk di mana pasokan BBM benar-benar terhenti.
“Tetapi ketika dalam kondisi terburuk pasokan BBM itu kemudian menjadi terhenti sama sekali, Indonesia memang tidak memiliki bantalan yang cukup besar untuk bisa bertahan dari ketersediaan BBM yang kita miliki,” jelasnya.
Karena itu, Eddy mendorong pemerintah untuk menjadikan peningkatan cadangan energi nasional sebagai prioritas utama.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah menambah kapasitas penyimpanan bahan bakar atau storage capacity agar cadangan energi nasional dapat diperpanjang.
Menurutnya, target yang realistis adalah meningkatkan cadangan strategis migas dari 20 hari menjadi setidaknya 30 hari atau bahkan lebih.
“PR dan prioritas utama ke depan adalah meningkatkan cadangan strategis migas kita dari 20 hari menjadi mungkin 30 hari, bahkan lebih,” ujarnya.
Eddy juga menekankan bahwa peningkatan cadangan tersebut tidak cukup hanya dengan menambah impor BBM. Pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur penyimpanan yang memadai.
“Untuk mencapai hal tersebut, tidak hanya sekadar kita membeli atau mengimpor tambahan BBM, tetapi juga mempersiapkan infrastrukturnya, khususnya tempat penampungan atau storage capacity dari BBM,” kata Eddy Soeparno.
Ia menyarankan agar tangki penampungan cadangan migas nasional dibangun di berbagai wilayah Indonesia sehingga distribusi energi dapat lebih merata dan aman.
“Jadi harus ada dibangun tangki-tangki penampungan untuk cadangan migas nasional kita di daerah-daerah yang memang harus menyebar di Indonesia,” ujarnya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...