Hilang Saat Mendaki, Syafiq Ali Ditemukan Meninggal di Jalur Slamet

Pendaki muda Syafiq Ali yang hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama lebih dari dua pekan. (Foto: jateng.tribunnews.com)
Pendaki muda Syafiq Ali yang hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama lebih dari dua pekan. (Foto: jateng.tribunnews.com)

Pendaki muda Syafiq Ali yang hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama lebih dari dua pekan

Pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan setelah proses pencarian yang berlangsung selama lebih dari dua pekan oleh tim SAR gabungan.

Syafiq yang berusia 18 tahun sebelumnya dilaporkan tidak kembali dari aktivitas pendakian di kawasan Gunung Slamet. Proses pencarian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur relawan, komunitas pendaki, hingga aparat setempat.

Menurut Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, keberadaan Syafiq akhirnya terdeteksi pada pencarian tahap kedua. “Kami sampaikan bahwa survivor atas nama Ali Syafiq telah diketemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” kata Sutrisno, Kepala Desa Clekatakan.

Korban ditemukan pada Rabu siang, 14 Januari 2026, sekitar pukul 10.22 WIB. Berdasarkan data dari tim pencari, lokasi penemuan berada di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar yang masih termasuk kawasan Gunung Slamet.

Ditemukan di Jalur Punggungan Gunung Malang

Menurut Sutrisno, pencarian tahap kedua baru berlangsung selama dua hari sebelum akhirnya tim menemukan korban. “Survivor ditemukan sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar. Penemuan ini merupakan hasil pencarian hari ke-17,” ujar Sutrisno.

Proses pencarian menghadapi tantangan medan yang berat dan cuaca yang berubah-ubah. Jalur punggungan Gunung Malang dikenal memiliki kontur terjal serta vegetasi rapat, sehingga foto udara dan penyisiran manual dilakukan secara bersamaan untuk mempercepat pencarian.

Tim SAR gabungan yang terlibat berasal dari berbagai komunitas dan organisasi. Berdasarkan keterangan pemerintah desa setempat, unsur yang terlibat antara lain tim Wanadri, Mayapada, UPL, MPA Unsoed, Wikupala, ABGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas, hingga komunitas RAPI. Seluruh proses pencarian juga mendapat dukungan dari Forkopimda dan Forkopimcam Kecamatan Pulosari.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED