Rusia Mulai Jual Cadangan Emas Besar-Besaran di Tengah Tekanan Ekonomi
Aksi jual emas oleh bank sentral dunia kembali menjadi perhatian pasar global. Kali ini, Rusia tercatat mulai melepas sebagian besar...
Read more
Tragedi penembakan massal terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling mematikan di wilayah tersebut dan memicu duka mendalam di seluruh negeri.
Menurut Perdana Menteri negara bagian New South Wales, Chris Minns, hingga kini sekitar 40 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tembak dan cedera serius lainnya. Korban berasal dari berbagai kelompok usia, dengan yang termuda berusia 10 tahun dan yang tertua mencapai 87 tahun.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terdapat dua pelaku penembakan, yakni seorang ayah berusia 50 tahun dan anaknya yang berusia 24 tahun. Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, mengatakan kedua pelaku langsung dilumpuhkan di lokasi kejadian oleh aparat keamanan.
“Kami yakin bahwa ada dua pelaku yang terlibat dalam insiden kemarin,” kata Mal Lanyon, Komisaris Polisi New South Wales.
Sang ayah dinyatakan tewas di tempat, sementara anaknya kini berada dalam kondisi kritis namun stabil dan dirawat di rumah sakit. Polisi memastikan tidak ada tersangka tambahan dan penyelidikan masih difokuskan pada pengungkapan motif pelaku.
“Kami ingin memahami motif di balik kedua orang ini,” ujar Lanyon, seraya menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban, pemerintah Australia mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh negeri. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan bahwa langkah ini merupakan simbol duka cita nasional atas tragedi tersebut.
“Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua korban tewas dan semua yang terluka,” kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Anthony Albanese juga menegaskan bahwa penembakan tersebut merupakan serangan teroris yang ditargetkan, menyasar pertemuan warga dalam rangka perayaan festival Yahudi Hanukkah. Menurutnya, tindakan ini merupakan bentuk kebencian dan antisemitisme yang mengancam nilai-nilai kebersamaan di Australia.
“Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita dan perayaan iman,” kata Albanese.
Polisi turut menemukan dugaan perangkat peledak rakitan di sebuah kendaraan yang terkait dengan para pelaku. Aparat menyatakan insiden ini sebagai tindakan terorisme dan meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi publik untuk mencegah kejadian serupa.
Referensi: Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...