Insentif Motor Listrik Berpeluang Kembali, Pemerintah Masih Kaji Skema Baru
Wacana pemberian insentif untuk sepeda motor listrik kembali mencuat di tengah perubahan kebijakan kendaraan listrik di Indonesia. Meski sebelumnya pemerintah...
Read more
Polresta Sidoarjo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo melakukan pemeriksaan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil setelah maraknya keluhan warga mengenai dugaan penurunan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang menyebabkan kendaraan mogok atau brebet setelah pengisian.
Menurut Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Deckha Rian Embat, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik pengoplosan atau pelanggaran standar kualitas BBM di wilayah Sidoarjo.
“Kami dari Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo melakukan pemeriksaan terkait adanya keluhan masyarakat dengan dugaan pengoplosan BBM. Kami turun langsung ke lapangan,” kata Deckha, di salah satu SPBU di Sidoarjo, Selasa (28/10/2025).
Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan uji kandungan air dan pengukuran takaran volume BBM di beberapa SPBU. Berdasarkan hasil sementara, tidak ditemukan pelanggaran kualitas yang berarti.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, termasuk dari rekan-rekan di bagian meteorologi, hasilnya sesuai standar. Namun kami tetap akan melakukan uji sampel secara berkala bersama Disperindag untuk memastikan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat,” jelas Deckha.
Ia menambahkan, pemeriksaan akan terus dilakukan secara rutin agar masyarakat merasa aman dan percaya dengan kualitas BBM yang dijual di SPBU wilayah Sidoarjo.
Sejumlah warga mengaku mengalami kendala setelah mengisi Pertalite di SPBU sekitar Sidoarjo. Salah satunya Lusiana (21), warga asal Sidoarjo, yang mengatakan motornya mogok setelah pengisian bahan bakar.
“Baunya beda dari biasanya. Setelah isi Pertalite, motor saya mogok dan harus ganti busi di bengkel. Mekanik menyarankan pakai Pertamax dulu buat bersihkan sisa bahan bakar. Harapannya Pertalite segera diperbaiki, karena bikin resah,” ujar Lusiana.
Keluhan serupa juga disampaikan Suhartono (55), warga Sidoarjo. Ia mengatakan motor barunya tiba-tiba mogok setelah diisi Pertalite.
“Motor saya baru dua minggu keluar dari dealer. Setelah isi Pertalite, malah brebet dan nggak bisa jalan. Di bengkel katanya masalah di pembakaran,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Rudy, pengelola salah satu SPBU di Sidoarjo, menyebut pihaknya siap menindaklanjuti laporan pelanggan. Ia juga memastikan akan berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina.
“Kalau ada keluhan, pelanggan bisa datang ke SPBU tempat dia beli BBM. Nanti kami catat dan teruskan ke Pertamina. Bila terbukti ada masalah pada pembakaran, ongkos perbaikan akan diganti. Syaratnya cukup membawa KTP dan bukti perbaikan dari bengkel,” jelas Rudy.
Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait berkomitmen untuk memperketat pengawasan kualitas BBM di seluruh SPBU wilayah kabupaten. Tujuannya agar tidak terjadi lagi kasus serupa dan masyarakat tetap mendapat bahan bakar sesuai standar yang telah ditetapkan Pertamina.
Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat agar aktif melaporkan bila menemukan indikasi bahan bakar tidak sesuai kualitas, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Referensi: detikJatim
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Motor Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia motor — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT 5.5 Instant. Model ini langsung menjadi model default di layanan ChatGPT,...
Apple dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah strategis baru dalam produksi chip yang digunakan pada perangkatnya. Selama ini, perusahaan tersebut sangat bergantung...