Sudoku Packing Method Solusi Praktis Traveling Tanpa Overpacking
Saat merencanakan perjalanan, banyak orang tanpa sadar melakukan overpacking atau membawa terlalu banyak barang. Kekhawatiran tidak memiliki cukup outfit saat...
Read more![Begini Cara Mudah Mengetahui Seseorang Menyukaimu, Sudah Terbukti Secara Sains-shutterstock_2108471021[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2025/10/069585200_1689734617-shutterstock_21084710211.webp)
Setiap orang pasti pernah bertanya-tanya apakah seseorang yang disukai memiliki perasaan yang sama. Kini, sains ternyata punya cara sederhana untuk mengetahuinya, yaitu lewat durasi pelukan.
Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran MSH Hamburg, Jerman, pelukan bukan sekadar ekspresi kasih sayang, tetapi juga bentuk komunikasi nonverbal yang bisa menggambarkan kedekatan emosional antara dua orang.
Dalam studi yang dipimpin oleh Sebastian Ocklenburg, para peneliti menemukan bahwa pasangan romantis cenderung berpelukan lebih lama dibandingkan dengan teman biasa. Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada bulan September lalu dan kini menjadi sorotan banyak pihak di dunia psikologi sosial.
Penelitian tersebut melibatkan 60 partisipan yang terdiri dari beberapa pasangan kekasih dan beberapa pasangan teman dekat. Para peserta diminta untuk berjalan mendekati pasangan masing-masing lalu berpelukan berulang kali.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan romantis berpelukan lebih lama dibandingkan teman platonis,” tulis Ocklenburg dan tim peneliti dalam laporan mereka.
Pelukan para partisipan direkam menggunakan 14 kamera video berkecepatan tinggi untuk menangkap setiap gerakan tubuh secara detail. Data rekaman tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak penangkap gerak tiga dimensi tanpa penanda berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan hasil analisis AI, ditemukan bahwa teman biasa rata-rata berpelukan selama 2,88 detik, sedangkan pasangan romantis berpelukan hingga 7,02 detik. Durasi ini menunjukkan adanya perbedaan emosional yang cukup signifikan antara hubungan platonis dan romantis.
Selain mengukur durasi, para peneliti juga memeriksa posisi tubuh peserta selama berpelukan, seperti jarak lutut, panggul, dan kaki. Namun, menurut hasil penelitian, posisi tubuh tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hubungan romantis dan pertemanan.
“Untuk jarak kaki, lutut, dan panggul, perangkat AI tidak menemukan efek utama yang signifikan berdasarkan status hubungan,” tulis tim peneliti.
Artinya, panjang durasi pelukan menjadi indikator yang lebih jelas dalam membedakan apakah seseorang memiliki perasaan khusus terhadap orang lain atau tidak.
Dalam studi yang sama, para relawan juga diminta mengisi kuesioner kepribadian untuk menilai tingkat neurotisisme dan conscientiousness mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan kepribadian neurotik (mudah cemas dan sensitif) cenderung berpelukan dengan jarak tubuh yang lebih jauh dan pelukan yang kurang erat.
Sebaliknya, individu yang conscientious (penuh perhatian dan berhati-hati) justru menciptakan jarak yang lebih kecil antar tubuh, menghasilkan pelukan yang terasa lebih hangat dan dekat secara emosional.
Faktor kepribadian ini menunjukkan bahwa cara seseorang berpelukan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis hubungan, tetapi juga oleh karakter pribadi masing-masing.
Menurut Ocklenburg, durasi pelukan bisa menjadi petunjuk sederhana untuk mengetahui apakah seseorang menyukai kita lebih dari sekadar teman.
“Lain kali Anda ingin tahu apakah seseorang menyukai Anda sebagai teman atau mungkin lebih dari itu, perhatikan berapa lama mereka memeluk Anda saat mengucapkan selamat tinggal,” kata Sebastian Ocklenburg, peneliti dari Fakultas Kedokteran MSH Hamburg, Jerman, kepada Psychology Today.
Ia menambahkan, “Kurang dari tiga detik? Anda jelas berada di zona pertemanan. Tujuh detik atau lebih? Mereka mungkin memiliki perasaan yang lebih besar terhadap Anda daripada yang Anda duga.”
Pernyataan ini juga dikutip oleh New York Post, yang menyoroti bagaimana durasi pelukan bisa mencerminkan tingkat kedekatan emosional dan ketertarikan romantis seseorang terhadap pasangannya.
Penelitian ini menjadi menarik karena memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan psikologi sosial untuk mempelajari perilaku manusia. AI digunakan untuk menganalisis detail kecil dalam interaksi sosial yang sulit diamati dengan mata manusia, seperti mikro-gerakan tubuh dan posisi antar anggota badan.
Menurut para ilmuwan, penggunaan AI membuka peluang baru dalam memahami bahasa tubuh dan emosi manusia secara lebih akurat. Penelitian seperti ini diharapkan dapat membantu dalam bidang psikoterapi, analisis hubungan interpersonal, hingga pengembangan robot sosial di masa depan.
Referensi: DetikInet
Referensi tambahan: Psychology Today, New York Post
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...